PENGGUNAAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 BINUANG KABUPATEN TAPIN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sesuai amanah UUD dasar 1945, Pembangunan di Indonesia pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya. Oleh sebab itu dalam pembangunan tersebut diperlukan suatu pendekatan yang bersifat kultural dalam arti luas sehingga dapat mencakup berbagai pertimbangan tuntutan sosial masyarakat.
Pendekatan kultural pada hakekatnya adalah usaha mengadakan perubahan-perubahan menuju kearah yang lebih baik dengan tetap menjaga keseimbangan lahiriah dan bathiniah dalam kehidupan sehari-hari, baik itu manusia sebagai dirinya sendiri, manusia sebagai hamba Tuhan, maupun manusia sebagai warga masyarakat dalam lingkungan alam sekitarnya. Jadi di samping kemajuan lahiriah, kebahagiaan rohaniah juga dapat tercapai.
Mewujudkan pembangunan tersebut di atas maka pemerintah merumuskan suatu sistem pendidikan secara nasional, sebagaimana tertuang dalam UU No 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional, di mana dalam sistem pendidikan tersebut bertujuan sebagai berikut:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan membentuk watak serta peradaban bangsa bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa., berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Dari tujuan pendidikan Nasional tersebut di atas, jelas adanya suatu usaha untuk membangun manusia Indonesia secara utuh, sehat jasmani dan rohani. Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional di atas terutama tujuan yang kedua yaitu membangun manusia seutuhnya, maka pendidikan agama perlu diberikan pada semua jenjang pendidikan mulai dari pendidikan dasar, menengah sampai atas.
Dalam ajaran agama diatur tentang hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, manusia dengan alam/lingkungan maupun manusia dengan dirinya sendiri sehingga keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara jasmani dan rohani dapat tercapai dalam kehidupan.
Dalam pembelajaran, guru sebagai ujung tombak pendidikan dituntut untuk dapat menciptakan lingkungan belajar yang efektif, untuk itu guru seyogyanya lebih memperhatikan komponen-komponen pengajaran berikut ini: tujuan pengajaran, bahan pengajaran, metodologi pengajaran, sarana dan prasarana pengajaran serta penilaian pengajaran.
Salah satu komponen pengajaran yang membantu guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan komunikatif adalah metodologi pengajaran. Yaitu metode dan teknik yang digunakan guru dalam melakukan interaksi dengan siswa agar bahan pengajaran sampai kepada siswa, sehingga siswa menguasai tujuan pembelajaran. Dalam metodologi pengajaran ada dua aspek yang menonjol yaitu metode pengajaran dan media pengajaran sebagai alat bantu mengajar.
Dengan demikian, media pengajaran merupakan suatu alat yang mempermudah dan menunjang bagi seorang guru dalam memecahkan persoalan-persoalan dalam pembelajaran dengan berbagai metode yang ada sehinggga memfungsikan kualitas pembelajaran menjadi lebih tinggi, kemudian yang diinginkan dalam pengajaran tersebut dapat dicapai secara optimal sebagaimana ditegaskan bahwa “media pengajaran dapat mempertinggi pembelajaran siswa dan pengajaran yang ada pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapai.”
Media pengajaran digunakan dalam pembelajaran karena dalam interaksi pembelajaran sering terjadi hambatan komunikasi. Hambatan komunikasi bisa berasal dari bahan pelajaran dengan menggunakan media pengajaran. Hambatan komunikasi tersebut dapat teratasi sehingga kualitas pembelajaran yang tertinggi dapat dicapai, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar para siswa.
Guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media pengajaran, memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungannya, sehingga siswa dapat memberikan kesamaan dalam pengamatan terhadap sesuatu yang diteliti.
Pengajaran Pendidikan Agama Islam pun media sangat diperlukan sebagai alat untuk membantu seorang guru dalam memberikan suatu penjelasan, baik itu bersifat kongkrit maupun abstrak, akan tetapi dalam penggunaan media ini diperlukan suatu keterampilan, kekreatifan yang dituntut pada seorang guru untuk menggunakan berbagai media terutama sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah serta pemanfaatan lingkungan sebagai media dalam proses pembelajaran di sekolah.
Salah satu contoh media pengajaran yang digunakan dalam pembelajaran antara lain media cetak, yaitu berupa buku-buku yang diterbitkan dan dikarang secara khusus sebagai bahan pelajaran, karena mudah dipelajari setiap waktu baik di sekolah maupun di rumah, surah al-Alaq menyiratkan kepada umat sepanjang masa, untuk lebih meningkatkan ilmu dengan merekamnya melalui media cetak sehingga mudah disebarkan ke mana-mana.
Firman Allah dalam surah al-Alaq (96) ayat 1-5:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (١)خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (٢)اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ (٣)الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (٤)عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (٥)

Pada dasarnya media pengajaran berfungsi untuk menyampaikan informasi dan mempermudah dalam pencapaian tujuan pembelajaran tetapi tidak semua media dapat dengan mudah digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Banyak faktor yang mempengaruhi penggunaan media ini, di antaranya : waktu yang tersedia, kemauan guru, kemampuan guru dan biaya yang tersedia.
Hal ini bisa dilihat pada kenyataan sekarang ini, banyak guru yang tidak mempergunakan media yang tersedia di sekolah, akibatnya kegiatan pembelajaran hanya dititik beratkan pada penguasaan bidang materi pelajaran, sedangkan penambahan di bidang pengalaman tidak terpenuhi.
Sekolah Menengah Pertama Negeri 6 Selat Kabupaten Kapuas adalah merupakan sebuah lembaga pendidikan formal. Di sekolah ini diajarkan ilmu agama Islam dalam kegiatan pembelajaran yang berupa pengajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Sekolah Menengah Pertama yang berada di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional, jelas mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mengajarkan materi yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan agama. pada jenjang ini merupakan jenjang yang penting, karena diajarkan ilmu pengetahuan agama pada tingkat pendidikan dasar dan bertujuan memberikan kemampuan dasar kepada tingkat pendidikan dasar dan bertujuan memberikan kemampuan dasar kepada peserta didik tentang agama islam untuk mengembangkan kehidupan beragama, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia, dengan demikian dapat dikatakan mata pelajaran yang sangat mendukung terhadap penguasaan ilmu pengetahuan agama pada sekolah ini ialah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Berdasarkan survai awal, pada SMPN 6 Selat Kabupaten Kapuas tersedia media pengajaran papan tulis, buku pelajaran, gambar (globe, peta), tape recorder, komputer, TV, akan tetapi tampaknya kurang difungsikan secara maksimal.
Bertitik tolak dari pemikiran di atas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjut agar mendapatkan gambaran tentang penggunaan media pengajaran untuk dilaporkan ke dalam sebuah laporan penelitian yang berbentuk skripsi dengan judul “Manfaat Media Pengajaran dalam Proses pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Pada SMPN 6 Selat Kabupaten Kapuas”.
B. Penegasan Judul

Untuk menghindari kekeliruan dalam menginterpretasikan judul di atas maka penulis ingin menjelaskan istilah yang terdapat dalam judul tersebut, yaitu :
1. Penggunaan adalah pemakaian terhadap segala sesuatu yang digunakan dalam memperlancar komunikasi untuk mempermudah dalam menyampaikan dan informasi pengetahuan dalam kegiatan pembelajaran sehingga akan tercapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
2. Media adalah segala alat bantu yang wujudnya dapat dijadikan sebagai sumber yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa untuk mempercepat pembelajaran yang lebih efektif dan efisien, jadi yang dimaksud dengan media pembelajaran dalam penelitian ini adalah semua sarana dan alat peraga yang ada di sekolah tersebut yang digunakan dalam mengajar yang dapat menyampaikan pesan dan informasi pengajaran agar tercapai tujuan pengajaran yang diinginkan.
3. Pembelajaran adalah proses belajar yang dilakukan oleh siswa dan kegiatan mengajar yang dilakukan oleh guru yang terjalin dan terjadi dalam kelas dan Pendidikan Agama Islam adalah salah satu mata pelajaran yang merupakan program inti yang di dalamnya menyangkut materi tentang tauhid, ibadah, muamalah dan akhlak.
Jadi yang dimaksud dengan judul di atas adalah suatu penelitian tentang penggunaan atau pemanfaatan media dan alat pengajaran, seperti : pemanfaatan papan tulis, buku pelajaran, gambar (globe, peta), tape recorder, komputer, TV, yang dimiliki sekolah serta pemanfaatan lingkungan sebagai media pengajaran dalam memudahkan komunikasi antara guru dengan anak didik dalam mencapai tujuan Pendidikan Agama Islam pada SMPN 1 Binuang.
C. Perumusan Masalah

Bertitik tolak dari perumusan masalah di atas maka yang menjadi permasalahan pokok yang penulis teliti dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana penggunaan media dalam pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada SMPN 1 Binuang Kabupaten Tapin?
2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan media dalam pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada SMPN 1 Binuang Kabupaten Tapin?
D. Alasan Memilih Judul

Ada beberapa alasan yang mendasari penulis untuk mengangkat judul di atas, yaitu:
1. Mengingat pentingnya peranan media pengajaran sebagai alat bantu dalam pembelajaran maka kemampuan dan kreatifitas guru dituntut dalam memilih dan menggunakan media yang tepat, di mana pada akhirnya nanti diharapkan tujuan pengajaran dapat dicapai secara optimal.
2 Mengingat pentingnya peranan lingkungan sebagai media dalam pembelajaran terutama pelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih banyak bersifat abstrak, jadi anak lebih banyak memerlukan pengalaman yang nyata, jadi anak didik tidak hanya membaca, menghapal melainkan juga memperoleh pengalaman yang nyata dari lingkungan.
3. Materi PAI lebih bersifat abstrak dan diperlukan penjelasan yang lebih mudah untuk dipahami siswa, oleh sebab itu untuk menunjang keberhasilan belajar siswa, maka diperlukan media pengajaran sebagai alat bantunya.
4. Karena kurang difungsikannya media pengajaran pada pengajaran PAI di SMPN 1 Binuang Kabupaten Tapin.


D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang penulis kemukakan sebelumnya,, maka penelitian ini bertujuan sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui penggunaan media dalam pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada SMPN 1 Binuang Kabupaten Tapin.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan media dalam pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada SMPN 1 Binuang Kabupaten Tapin.
F. Signifikansi Penelitian

Hasil yang diharapkan dari penelitian ini nantinya akan mempunyai kegunaan sebagai berikut:
1. Sebagai bahan informasi dan masukan serta sumbangan pemikiran bagi para guru terutama guru agama dalam pemanfaatan sarana dan prasarana yang ada serta pemanfaatan lingkungan sebagai media pengajaran dalam rangka meningkatkan mutu pengajaran sehingga tujuan dari pengajaran itu dapat dicapai.
2. Sebagai bahan pertimbangan guru dalam rangka penggunaan/ pemanfaatan media pengajaran dalam pendidikan.
3. Untuk menambah pengetahuan penulis dan ilmu pendidikan terutama dalam penggunaan media pengajaran pada pembelajaran.
4. Sebagai bahan pertimbangan dan informasi bagi penelitian berikutnya yang meneliti lebih jauh tentang permasalahan ini.

G. Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah memahami isi pembahasan skripsi ini maka penulis membuat sistematika penulisan sebagai berikut :
Bab I : Pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah, penegasan judul, perumusan masalah, alasan memilih judul, tujuan penelitian, signifikansi penelitian, dan sistematika penulisan.
Bab II : Tinjauan teoritis tentang penggunaan media pengajaran dalam pembelajaran yang berisi tentang pengertian, nilai dan manfaat media dalam pembelajaran, fungsi dan peran, jenis dan karakteristik media pembelajaran, pemanfaatan media pengajaran, faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan media.
Bab III : Metodologi penelitian yang berisikan tentang subjek dan objek penelitian, data, sumber data dan teknik pengumpulan data, kerangka dasar penelitian, teknik pengolahan data dan analisis data, dan prosedur penelitian.
Bab IV : Laporan hasil penelitian berisikan tentang gambaran umum lokasi penelitian, penyajian data dan analisis data.
Bab V : Kesimpulan dari seluruh hasil penelitian dalam sub bahasan kesimpulan dan saran-saran.




BAB II
PENGGUNAAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM



A. Pengertian Media Pembelajaran

Sebelum menguraikan pengertian tentang media pembelajaran terlebih dahulu penulis mengemukakan pengertian media secara umum, yaitu :
1. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, mengungkapkan bahwa “Media adalah alat (perantara) untuk berkomunikasi seperti: koran, majalah, radio, televisi, film, poster dan spanduk”.
2. Media berasal dari bahasa Latin yaitu medium secara harfiah berarti “tengah, perantara, atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara (وسائل)atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan”.
3. Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti “perantara atau pengantar. Dengan demikian, media merupakan wahana penyalur pesan atau informasi belajar”.
4. Media adalah “seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan siswa atau peserta didik”.
5. Dalam Ensiklopedia Indonesia, “mengemukakan kata media berasal dari Bahasa Latin yaitu medius yang berarti tengah, sarana, bahan dan alat-alat.”
6. Association for Education and Communication Technology (AECT) mendefinisikan media yaitu “segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi”.
7. National Education Association (NEA) mendefinisikan media sebagai “benda yang dimanipulasikan , dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar dapat mempengaruhi efektifitas program instraksional.”
Dari beberapa hal yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa media yang asal katanya dari Bahasa Latin adalah segala bentuk alat, sarana yang dipergunakan sebagai perantara atau pengantar yang bersifat menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan minat seseorang dan menurut istilah adalah Seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru dalam rangka berkomunikasi. Dengan siswa atau peserta didik.
Sedangkan pembelajaran berasal dari kata belajar yang menurut Slameto bahwa “belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.”
Pembelajaran merupakan proses belajar yang di dalamnya terjadi interaksi antara guru dan siswa. Sehingga apabila pembelajaran itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan interaksional atau maksud pengajaran melalui seseorang disebut media pengajaran. Apabila proses pembelajaran itu menggunakan alat bantu seperti televisi, film, radio dan bahan cetak disebut media komunikasi. Kedua media ini (media pengajaran dan media komunikasi) disebut sebagai media pengajaran. Di bawah ini akan dijelaskan pengertian Media Pengajaran yaitu
1. Muhammad Ali, mengemukakan media pembelajaran diartikan “sebagai suatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (message) merangsang pikiran, perasaan, perhatian siswa sehingga dapat mendorong pembelajaran”.
2. Suparno dan kawan-kawan, mengemukakan istilah umum media pengajaran “mencakup bahan-bahan tertulis atau juga film, rekaman, gambar-gambar dan sebagainya.”
3. Gagne dan Briggs (1975) yang dikutip oleh Azhar Arsyad bahwa “media pengajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri dari buku, tape recorder, kaset, video,kamera, video recorder, film, slide (gambar binkai), foto, gambar, grafik, televisi dan komputer”.
4. Sastra Praja mengemukakan bahwa “media pengajaran yaitu media yang penggunaannya diintegrasikan dengan tujuan dan isi pengajaran serta di maksudkan untuk lebih meningkatkan mutu pembelajaran”.
5. Ahmad Rohani mengemukakan media pengajaran adalah “sarana komunikasi dalam proses pembelajaran berupa perangkat keras muapun perangkat lunak untuk mencapai proses dan hasil instruksional secara efektif dan efisien serta tujuan instruksional dapat dicapai dengan mudah”.
Beranjak dari definisi tersebut, maka ditarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, sesuai dengan tujuan dan isi pengajaran. Baik media pengajaran visual, audio dan audio visual aids (AVA), yang digunakan untuk menyampakan isi atau materi pelajaran agar tercapai proses dan hasil pembelajaran sesuai dengan tujuan instruksional secara objektif dan efisien
Dengan demikian media merupakan wahana penyalur pesan atau informasi belajar. Dalam makna yang demikian, “maka media bisa dikonotasikan dengan istilah “alat” dalam pendidikan. Dalam pendidikan alat didefinisikan sebagai apa saja yang dapat dijadikan perantara untuk mencapai tujuan tertentu.”
Maka media pmbelajaran Audio visual adalah merupakan sarana penunjang keberhasilan pembelajaran di sekolah serta dapat menemukan semangat belajar siswa, sebagai alat bantu mengajar maka media pengajaran dapat menunjang penggunaan metode mengajar yang digunakan guru. Dalam interaksi pembelajaran sering terjadi hambatan komunikasi. Hal ini bisa berasal dari siswa (daya tangkap yang rendah), dengan menggunakan alat bantu atau media pengajaran maka hambatan komunikasi tersebut dapat dibatasi, sehingga dapat dicapai kualitas pembelajaran yang baik.
Pengajar dengan menggunakan media tidak hanya sekedar menggunakan kata-kata (simbol verbal), akan tetapi juga memerlukan alat bantu lain (alat-alat peraga). Dengan demikian kita dapat mengharapkan hasil pengalaman belajar yang lebih berarti bagi siswa.

B. Nilai dan Manfaat Media Pembelajaran

Penggunaan media pembelajaran dalam kelompok media pengajaran dapat memberikan pengaruh terapi kepada anak. Mereka belajar bekerja sama, memberikan ide dan pemikiran, menghormati dan menghargai kemampuan dan pandangan orang lain. Kelompok teman sebayanya semakin produktif dengan adanya media pengajaran yang tepat. Kelompok kecil dan individu akan mendapat keterampilan yang berbeda-beda. Dengan demikian, pendidikan yang berorientasi pada kegiatan dapat dipercepat.
Dalam banyak hal, guru pada semua tingkat pendidikan dituntut untuk memberikan perhatian khusus kepada beberapa orang murid. Dengan media pembelajaran tertentu, guru dapat melakukan kegiatan tersebut dengan mengindividualisasikan pengajaran, misalnya penggunaan model, gambar sebagai tindakan yang pertama, kemudian dengan menggunakan media pembelajaran yang lebih modern, misalnya tape recorder, slide, VCD maupun yang lainnya.
Dalam setiap pembelajaran berlangsung, seorang guru dituntut untuk memperhatikan hal-hal yang dianggap penting sebelum menggunakan media pengajaran sebagai alat bantu mengajar untuk meningkatkan kualitas belajar siswa, seperti ketepatan guru dalam memilih media pembelajaran. Hal tersebut dilakukan selain mempermudah guru dalam mengajar dan memudahkan siswa dalam memahami setiap materi yang disajikan.
Demikian pula halnya dengan media pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam apabila digunakan secara tepat maka dapat membantu mengatasi kelemahan-kelemahan guru dalam menggunakan metodologi pengajaran. Unsur psikologis seperti pengamatan, berfikir, perhatian, minat, emosi serta perkembangan kepribadian mereka. Dengan minat belajar yang besar ini sangat potensial sekali ditumbuh kembangkan sebagai dasar materi keimanan, ibadah, muamalah, pembentukan akhlakul karimah dan lain sebagainya. Pesan-pesan Pendidikan Agama Islam yang dibantu dengan menggunakan media pembelajaran, maka dapat membangkitkan motivasi kegairahan peserta didik, dengan demikian tujuan pengajaran diharapkan dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Media merupakan sarana prasarana dalam pengajaran. Media merupakan perantara untuk menjabarkan isi kurikulum agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik. Oleh karena itu, pemanfaatan dan penggunaan media dalam pembelajaran secara tepat terhadap pokok bahasan yang disajikan kepada peserta didik dalam menanggapi, memahami isi sajian guru dalam pengajaran. Dengan perkataan lain, ketepatan pemilihan media yang digunakan guru akan membantu kelancaran dalam pencapaian tujuan pengajaran (pendidikan).

Media pembelajaran dapat mempertinggi pembelajaran siswa dalam pengajaran pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya.
Ada beberapa alasan mengapa media pengajaran dapat mempertinggi pembelajaran siswa. Alasan pertama berkenaan dengan manfaat media pengajaran dalam pembelajaran siswa antara lain :
a. Pembelajaran akan lebih menarik siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
b. Bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik.
c. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga apabila guru mengajar untuk setiap jam pelajaran.
d. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengar uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.
Encyclopedia of Educational yang dikutip oleh Oemar Hamalik mengemukakan nilai dan manfaat media pedidikan adalah :
a. Meletakkan dasar-dasar yang konkrit untuk berfikir oleh karena itu mengurangi verbalisme
b. Memperbesar perhatian para siswa
c. Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar, oleh karena itu membuat belajar lebih mantap
d. Memberikan pengalaman yang nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan siswa
e. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinu
f. Membantu menumbuhkan pengertian dengan demikian membantu perkembangan kemampuan bahasa
g. Memberikan pengalaman-pengalaman yang mudah diperoleh dengan cara lain serta membantu perkembangannya efisien yang lebih mendalam serta keragaman yang lebih banyak dalam mengajar.
Adapun manfaat media pembelajaran menurut Subandijah adalah sebagai berikut :
a. Media pembelajaran dapat memperjelas materi pelajaran sehingga tidak terjadi verbalisme pemahaman siswa
b. Media pembelajaran dapat membangkitkan kegairahan dalam belajar siswa
c. Media pembelajaran dapat membantu mengatas sifat pasif siswa dan menumbuhkan pemikiran yang dinamis dan sistematis yang nyata bagi siswa
d. Media dapat memberikan kemungkinan terjadinya interaksi langsung dan memberikan pengalaman yang nyata bagi siswa
e. Media pembelajaran dapat mengefektifkan keterbatasan waktu yang tersedia.
Anak atau subjek belajar memiliki kepribadian yang unik, mereka mempunyai kepribadian yang berbeda-beda. Untuk mengatasi perbedaan ini dalam usaha mencapai hasil pengajaran yang efektif guru memerlukan media pengajaran tertentu sehingga manfaat media pembelajaran sangat terasa. Sebab media pembelajaran dapat membantu guru dalam menanggulangi perbedaan dan tingkat motivasi yang berlainan terhadap anak didiknya.
Penggunaan media pengajaran janganlah dianggap sebagai upaya untuk membantu guru yang sering bersifat pasif, artinya penggunaannya semata-mata ditentukan oleh guru, melainkan upaya membantu anak-anak untuk belajar, baik dengan cara individual maupun kelompok kecil dengan sesama teman kelas.
C. Jenis dan Karakteristik Media Pembelajaran

Dalam pembelajaran terjadinya suatu komunikasi interaksi edukatif diperlukan suatu metode mengajar yang tepat, juga dibutuhkannya suatu media dengan adanya media tersebut diharapkan akan memudahkan bagi siswa dalam menerima pesan tersebut, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dalam hal ini ditegaskan dalam buku Metodologi Pengajaran Agama Islam bahwa :
Dalam komunikasi interaksi edukatif dibutuhkan media (alat bantu pengajaran), proses komunikasi tanpa media sukar dapat dibayangkan kelangsungannya. Guru hendaknya memahami betapa proses komunikasi itu berlangsung, bagaimana membangkitkan perhatian, betapa konsep atau pengertian-pengertian itu disampaikan dan dipindah alihkan, betapa pandangan dan sikap dirubah serta dibentuk, betapa kelompok, pola-pola berfikir, dan struktur sosial saling berhubungan dalam proses komunikasi.

Sebelum seorang guru menggunakan media dalam suatu pengajaran maka alangkah baiknya mengetahui jenis dan karakteristik media pembelajaran.


1. Jenis Media Pembelajaran
Dalam melaksanakan pembelajaran seorang guru dapat menggunakan berbagai jenis media pembelajaran. Dalam hal ini para ahli mengemukakan sebagai berikut :
Menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai membagi macam-macam media :
1. Media grafis, seperti gambar, foto, grafik, bagan, diagram, poster, kartun, komik, dan lain-lain.
2. Media tiga dimensi, dalam bentuk model seperti model padat (solid model), model penampang, model susun, model kerja, mock up dan diorama.
3. Model proyeksi seperti slide, film strif, film dan penggunaan OHP dan lainnya.
4. Penggunaan media lingkungan sebagai media pengajaran.
Sedangkan menurut Arief S. Sadiman dan kawan-kawan mengemukakan macam-macam media, yaitu :
1. Media grafis (visual) jenisnya: gambar atau foto, sketsa, diagram, bagan/chart, grafik, kartun, poster, peta/globe, papan panel, dan papan bulletin.
2. Media audio, jenisnya: radio, alat perekam pita magnetic (tape recorder), dan laboratorium bahasa.
3. Media proyeksi diam, jenisnya: film bingkai, film rangka, media transparan (OHP), proyektor tak tembus pandang, mikrofis, film, film gelang, televisi, video, permainan dan simulasi.

Dari macam media tersebut di atas terdapat kesamaan seperti media grafis, media proyeksi, dan juga ada yang memasukkan lingkungan sebagai media pengajaran, media proyeksi baik itu OHP, slide, film rangkai, film gelang dan lainnya.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain mengklasifikasikan media yaitu:
1. Dilihat dari jenisnya :
a. Media Audio
Media yang hanya mengandalkan suara saja, seperti radio, cassette recorder, piringan hitam..
b. Media Visual
Media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media ini ada yang menampilkan gambar diam, seperti film strip (film rangkai)
c. Media Audiovisual media ini dibagi kedalam :
1. Media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua.
2. Audiovisual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak seperti film suara dan video casette.
2. Dilihat dari daya liputnya:
a. Media dengan daya liput luas dan serentak
penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak..
b. Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan waktu
Media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus..
c. Media untuk pengajaran individual
Media ini penggunaannya hanya untuk seorang diri. .
3. Dilihat dari bahan pembuatannya.
a. Media sederhana
Bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah, dan penggunaannya tidak sulit.
b. Media kompleks
Media yang bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh serta mahal harganya, sulit membuatnya dan penggunaannya memerlukan keterampilan yang memadai.

Dari pengklasifikasian macam media di atas terlihat jelas bukan hanya dari segi jenisnya tetapi juga daya liput juga bahan pembuatannya yang digunakan untuk media sebagai bahan pertimbangan dalam penggunaan media.
Sedangkan menurut Azhar Arsyad dalam buku Media Pembelajaran berdasarkan perkembangan teknologi, media pengajaran dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu:
1. Media hasil teknologi cetak, adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi seperti buku dan materi visual statis terutama melalui proses pencetakan mekanis atau fotografis. Kelompok hasil cetak meliputi teks, grafik, foto atau refresentasi fotografik dan reproduksi.
2. Media hasil teknologi audio visual, cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan audio dan visual. Pengajaran melalui audio visual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras selama pembelajaran seperti mesin proyektor film, tape recorder dan proyektor visual yang lebar.
3. Media hasil teknologi berbasis komputer, merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis mikro-prosessor. Perbedaan antara media yang dihasilkan oleh teknologi berbasis komputer dengan dihasilkan dari dua teknologi lainnya adalah karena informasi atau materi disimpan dalam bentuk digital, bukan dalam bentuk cetakan atau visual. Berbagai jenis aplikasinya dalam pengajaran umumnya dikenal sebagai komputer assited instruction (pengajaran dengan bantuan komputer).
4. Media teknologi gabungan merupakan cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan oleh komputer. Perpaduan beberapa jenis teknologi ini dianggap teknik yang paling canggih apabila dikendalikan oleh komputer yang memiliki kemampuan yang hebat seperti jumlah random access memory besar, hard disk yang besar dan monitor yang beresolusi tinggi ditambah dengan periperal (alat-alat tambahan seperti video disk player, perangkat keras untuk bergabung dalam satu jaringan, sistem audio).

Sedangkan menurut Kemp dan Dayten yang dikutip oleh Azhar Arsyad mengelompokkan media dalam tujuh jenis media, yaitu:
1. Media cetakan, meliputi: buku teks, gambar atau foto, brosur, newsletter, teks program, lingkaran tajwid.
2. Media panjang, meliputi: papan tulis, flip chart, papan magnet, papan kain, papan buletin, dan pameran.
3. Overhead transparacies
4. Rekaman audio tape
5. Seri slide dan film strips
6. Penyajian multi image
7. Komputer

Pengelompokkan media tersebut juga berkisar dengan media-media yang menyajikan dan membawa kepada perubahan yang diharapkan dapat menyampaikan pesan dan informasi sesuai dengan tujuan pengajaran, dan menuntut agar ikut maju dalam pembelajaran.
Dari beberapa macam media tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pengklasifikasian media itu bisa dilihat dari masanya, yaitu adanya media tradisional dan adanya media yang sudah mengikuti zaman (mutakhir), selain itu juga bisa diklasifikasikan berdasarkan jenisnya (didengar, dilihat, didengar atau dilihat), dan juga media dapat diklasifikasikan berdasarkan pembuatannya (sederhana atau kompleks) dan juga media dapat diklasifikasikan berdasarkan gabungan beberapa teknologi.
Dengan beranekaragamnyamedia pembelajaran dapat diklsifikasikan berdasarkan ciri-ciri tertentu, ternyata media pengajaran yang beraneka ragam itu hampir semua bermanfaat. Hal ini sebagaimana penelitian para ahli yang dikutip oleh Mohammad Ali yang menyatakan bahwa:
Berbagai macam media pembelajaran memberikan bantuan sangat besar kepada siswa dalam pembelajaran. Namun demikian peran yang dimainkan guru itu sendiri juga menentukan terhadap efektivitas penggunaan media dalam pengajaran. Peran ini tercermin dari kemampuan memilih aneka ragam media sesuai dengan situasi dan kondisi.

Dengan bermacam-macamnya jenis media merupakan keleluasaan bagi guru untuk menggunakan media pengajaran dengan jenis apa saja yang disesuaikan dengan aspek yang diharapkan dari tujuan pembelajaran, tanpa memperhatikan hal itu, mustahil pembelajaran akan terbantu oleh adanya media pengajaran.
2. Karakteristik Media Pembelajaran
Seorang guru perlu mengetahui karakteristik dari media yang akan digunakan. Media yang digunakan harus disesuaikan dengan pelajaran yang akan disajikan, dengan demikian pembelajaran dapat menjadi lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pendidikan.
Penggunaan media dalam pembelajaran bukan dilihat dari segi kemewahan atau kecanggihan melainkan yang diperhatikan adalah fungsi dan manfaat, kelebihan kekurangan serta peranannya dalam meningkatkan pengajaran. Dalam hal ini ditegaskan bahwa “setiap media yang mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari segi kemampuannya, cara pembuatannya, maupun cara penggunaannya” . Jadi dalam hal ini seorang guru dituntut untuk memiliki kemampuan dalam hal ini memilih dan menggunakan media yang tepat dalam pengajaran.
Karakteristik media yang dikemukakan oleh Kemp yang dikutip oleh Arief S. Sadiman merupakan dasar pemilihan sesuai dengan situasi belajar tertentu.
Di bawah ini ada beberapa karakteristik media pembelajaran, di antaranya:
1. Radio
Salah satu sarana belajar yang cukup efektif bila digunakan dalam proses belajar mengajar.
Menurut Zakiah Daradjat, “penggunaan radio sebagai media pembelajaran mempunyai manfaat yang cukup besar, diantaranya: menarik minat, memperlengkap pengalaman belajar, memperluas jangkauan pandang, mengembangkan apresiasi dan kreativitas seni, turut membentuk kepribadian.”
2. Tape Recorder
“Salah satu media yang umum dikenal di seluruh lapisan masyarakat, dalam dunia pendidikan tape recorder merupakan salah satu media yang memiliki nilai-nilai intelektual.”
3. Gambar atau foto
Media pengajaran atau bimbingan yang umum dipakai di samping dapat digunakan dengan mudah juga tidak terikat dengan waktu. Gambar pada umumnya baik digunakan dalam memperjelas pengertian kepada peserta didik sehingga pengalaman dan pengertian peserta didik menjadi lebih luas dan jelas, terutama hal-hal yang belum pernah dilihatnya yang berhubungan dengan pelajaran/bimbingan.
4. Sketsa
Gambar yang sangat sederhana yang melukiskan bagian-bagian pokok tanpa detail. Namun demikian, media ini dapat menarik perhatian siswa memperjelas penyampaian pesan dalam menghindari verbalisme dan harganya pun tidak terlalu mahal karena media ini dapat dibuat langsung oleh guru.
5. Diagram
Salah satu bentuk gambar yang sederhana yang menggunakan garis-garis dan simbol-simbol berupa petunjuk-petunjuk, hal ini dimaksudkan untuk menyederhanakan hal yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan. Beberapa ciri diagram yang perlu diketahui di antaranya:
a. Diagram bersifat simbol dan abstrak sehingga kadang-kadang sulit dimengerti
b. Untuk membaca diagram seseorang harus mempunyai latar belakang tentang apa yang didiagramkan.
c. Walaupun sulit dimengerti karena sifatnya yang dapat didiagramkan memperjelas arti

6. Grafik
Gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau gambar dan kadang-kadang menggunakan simbol sebagai pelengkap. Media ini umumnya digunakan untuk mempelajari dan menemukan data-data yang kualitatif dan menemukan data yang akurat.
7. Poster
Gambar besar yang memberikan tekanan pada satu atau dua ide pokok. Informasi pesan dan kesan, saran dan sebagainya, sehingga dapat dimengerti, mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya. Umumnya poster ini dibuat di atas kertas, kain, seng atau alat sederhana lain yang menyajikan satu atau dua ide untuk mencapai satu tujuan pokok, berwarna, slogannya ringkas dan jitu, tulisannya jelas serta motif desainnya bervariasi.
8. Peta
Gambar mengenai bumi atau permukaan bumi yang melukiskan keadaan fisik, batas-batas negara, keadaan-keadaan khusus yang menggambarkan pertumbuhan ekonomi dan sosial budaya. Umumnya peta dilukiskan pada bidang datar, pada selembar kertas/papan yang besarnya diatur menurut skala. Peta sangat berguna untuk membantu penyajian pelajaran yang menyangkut ilmu bumi di sekolah karena dengan peta siswa dapat membayangkan keadaan bumi dan permukaannya, batas-batas negara, provinsi dan sebagainya yang dalam skala besar mereka dapat membayangkan dunia secara keseluruhan.
9 .Papan tulis
Media pengajaran yang umumnya digunakan di berbagai lembaga pendidikan, diletakkan di depan kelas sehingga mudah dilihat oleh semua siswa.di samping itu, dapat dibuat dengan mudah dan harganya yang tidak terlalu mahal dengan alat tulis berupa kapur sehingga bisa terjangkau oleh semua sekolah.
10. Kartun
Sebagai salah satu bentuk komunikasi visual adalah suatu gambar interpretative yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan suatu pesan secara tepat dan ringkas atau suatu sikap terhadap orang, situasi atau kejadian-kejadian tertentu kemampuannya besar sekali untuk menarik perhatian mempengaruhi sikap atau tingkah laku. Kalau kartun mempunyai pesan yang besar bisa disajikan secara ringkas dan kesannya akan tahan lama diingatan.
11. Televisi
Salah satu media yang mempunyai pesan-pesan secara audiovisual dengan disertai unsur gerak.
Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari TV :
a. Televisi bersifat langsung dan nyata
b. Televisi dapat memperluas jangkauan pandang dan tinjauan murid tentang sesuatu
c. Dapat menciptakan kembali peristiwa masa lampau baik melalui film, drama maupun bentuk lain yang disajikan melalui TV
d. Menunjukkan banyak hal dan banyak segi yang beraneka ragam
e. Banyak menggunakan sumber masyarakat
f. Menarik minat dan perhatian semua orang yang melihatnya
g. Dapat turut serta dalam meningkatkan keterampilan guru
h. Memberikan pengertian dan pemahaman terhadap masyarakat tentang sekolah
Namun demikian, Televisi juga mempunyai titik kelemahan atau keterbatasan:
a. Harga pesawat televisi relatif mahal
b. Sifat komunikasinya hanya satu arah
c. Jika akan dimanfaatkan di kelas jadwal siaran dan jadwal pelajaran di sekolah sulit sekali disesuaikan
d. Program di luar kontrol guru
e. Besarnya gambar di layar relatif kecil dibandingkan dengan film, sehingga jumlah siswa yang dapat memanfaatkan terbatas.
12. Media transfaran
Media yang menggunakan proyeksi Overhead Proyektor (OHP). Program pelajaran ditulis di atas transparansi kemudian diletakkan di atas OHP dan akhirnya diproyeksikan ke layar dalam jarak cukup jauh.
Kelebihan media transparan adalah:
a. OHP tidak perlu menggunakan ruang yang cukup tertutup
b. Guru dapat berhadapan dengan siswa tatkala menggunakan media ini
c. Sambil menerangkan guru dapat sambil menulis pada kertas transparansi
d. Dapat digunakan untuk kelompok kecil, sedang maupun kelompok besar
e. Dapat berhenti setiap saat mungkin karena kecepatan dalam penyajiannya sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan
f. Memungkinkan siswa untuk mencatat
g. Dapat digunakan berulang-ulang
h. Guru tidak perlu menggunakan operator untuk menjalankan proyektor, karena guru sendiri dapat mengoperasikannya sendiri
i. Dapat digunakan dan dibagikan kepada siswa dengan cara difotocopy
j. Tidak perlu dengan penggelapan ruang
k. Dapat disajikan dengan ilustrasi berbagai warna
l. Dapat menstimulasi efek-efek dan warna pada saat diproyeksikan dengan menambah alat polaritas tertentu.
Kekurangan media transparan adalah:
a. Memerlukan perangkat keras (hard ware OHP dan plastik transparan) yang khusus untuk memproyeksikan pesan yang dikehendaki
b. Memerlukan persiapan yang matang dan terencana terutama bila menggunakan teknik-teknik penyajian yang kompleks
c. Dalam penggunaannya diperlukan keterampilan yang khusus
d. Membutuhkan anggaran biaya yang tidak sedikit
e. Guru berperan ganda dalam menyiapkan materi yang akan disampaikan
f. Menuntut cara kerja yang sistematis dan terarah
g. Membutuhkan keterampilan untuk menulis pesan yang (rapi) pada transparan sehingga mudah dicerna oleh audien (peserta didik)
13. Film Slide dan Stripe
Suatu gambar yang diproyeksikan melalui alat proyektor sehingga dapat dilihat dengan mudah. Hanya saja kalau film slide dipertunjukkan hanya satu gambar dengan teknik satu persatu namun demikian beberapa slide dapat disusun dalam susunan yang teratur sedang film stripe tersusun dalam seri gambar-gambar sequencenya dan keteraturannya telah ditentukan berurutan.
Menurut Oemar Hamalik nilai positif slide dan film stripe diantaranya:
a. Penyajian berupa satu unit atau satu kesatuan yang bulat
b. Menimbulkan dan mempertinggi minat siswa
c. Setiap anggota (siswa) dalam kelas melihat gambar yang sama dalam waktu yang sama
d. Merangsang diskusi kelas
e. Baik slide maupun film stripe dipertunjukkan dalam ruangan setengah gelap dan ini berbeda dengan gambar hidup
f. Nilai-nilai yang ada pada gambar bisa juga dimiliki oleh film slide dan stripe bahkan keuntungannya ialah gambar itu diproyeksikan jadi lebih efisien
g. Film stripe dapat digunakan di semua bidang pelajaran dan setiap tingkat manusia
14. Film atau gambar hidup
Media yang cukup besar manfaatnya dalam membantu keperluan pendidikan dan pengajaran siswa dapat menyaksikan gerakan riil suatu benda, siswa dapat memperoleh kecakapan sikap dan pemahaman yang akan membantu mereka hidup di tengah-tengah masyarakat., mengerti tentang dirinya sendiri dan juga terhadap lingkungannya.
Kegunaan penggunaan film atau gambar hidup diantaranya:
a. Film dapat merangkap, menyimpan dan menampilkan suatu kejadian/objek seperti yang sebenarnya
b. Film dapat menampilkan suatu kejadian dalam waktu singkat artinya dengan media film peristiwa sejarah yang bertahun-tahun dapat disajikan dalam beberapa saat saja
c. Film dapat membawa dunia kedalam kelas
d. Pengetahuan dan gagasan yang abstrak dapat divisualisasikan dengan menggunakan teknik animasi film
e. Film dapat mempercepat gerakan yang lambat dan dapat pula memperlambat gerakan yang cepat dalam penglihatan sehingga dengan demikian sesuatu yang sukar diamati karena lambatnya suatu gerakan dapat teratasi.
Namun demikian kita menyadari bahwa penggunaan film atau gambar hidup juga memiliki beberapa kelemahan diantaranya ialah “harganya dan biaya produksinya relatif mahal, tidak dapat mencapai semua tujuan pembelajaran dan penggunaannya memerlukan ruang yang gelap.”
Beberapa jenis dan karakteristik media yang telah disebutkan di atas dapat kita pahami bahwa setiap media pembelajaran ada kelebihan dan kekurangannya. Oleh karena itu, sepatutnyalah guru memiliki pengetahuan dan kemampuan analisis dan pemahaman yang baik sehingga dapat menentukan media apa yang tepat untuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Semua itu tergantung keputusan guru, perlu tidaknya penggunaan media tersebut dalam pembelajaran.
Dalam penggunaan media dalam pembelajaran maka setidaknya seorang guru hendaknya memiliki pengetahun tentang media, baik dari segi jenis, manfaat, cara menggunakan dapat menilai keefektifan suatu media dan sebagainya. Dalam hal ini ditegaskan bahwa “hal-hal yang diperlukan guru dalam menggunakan media pengajaran untuk mempertinggi kwalitas pengajaran”. Antara lain:
a. Guru perlu memiliki pemahaman media pengajaran antara lain jenis dan manfaat media pengajaran, kriteria memilih dan menggunakan media pengajaran sebagai alat bantu mengajar dan tindak lanjut pengguanan media dalam proses pembelajaran.
b. Guru terampil membuat media pengajaran sederhana untuk keperluan pengajaran, terutama media dua dimensi dan media proyeksi
c. Guru mempunyai pengetahuan dan terampil dalam menilai keefektifan penggunaan media dalam proses pengajaran
d. Guru mampu menilai keefektifan media pengajaran, agar bisa menentukan apakah penggunaan media mutlak diperlukan atau tidak selalu diperlukan dalam pengajaran. Sehubungan dengan prestasi belajar yang dicapai siswa.

Selanjutnya ditegaskan kembali bahwa ”Dalam memilih media untuk kepentingan pengajaran sebaiaknya memperhatikan kriteria-kriteria sebagai berikut:
a. Ketepatan dengan tujuan pengajaran artinya media pengajaran dipilih atas tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Tujuan-tujuan instruksional yang berisikan unsur-unsur pemahaman, aplikasi, analisis, sentesis, lebih mungkin digunakan media pengajaran.
b. Dukungan terhadap isi bahan pelajaran, artinya bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa.
c. Kemudahan memperoleh media, artinya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru tanpa biaya yang mahal, di samping sederhana dan praktis penggunaanya.
d. Keterampilan guru dalam menggunakan apapun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakan dalam proses pengajaran. Nilai dan manfaat yang diharapkan bukan pada medianya, tetapi dampak dari penggunaannya oleh guru pada saat terjadinya interaksi belajar siswa dengan lingkungannya. Adanya OHP proyektor film, komputer, dan alat-alat canggih lainnya, tetapi dapat menggunakannya dalam pengajaran untuk mempertinggi kualitas pengajaran.
e. Tersedianya waktu untuk menggunakannya, sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung.
f. Sesuai dengan kriteria pemilihan media ini, maka akan memudahkan guru dalam mengajar dengan mengetahui cara-cara memilih dan menggunakan pengajaran.

D. Teknik Pemanfaatan Media Pembelajaran


Media pembelajaran bukan hanya sebagai alat bantu mengajar saja, akan tetapi sebagai alat penyalur pesan dari pemberi pesan (guru, penulis buku, produser dan sebagainya) ke penerima pesan (siswa/pelajar). Sebagai pembawa pesan, media tidak hanya digunakan guru tetapi yang lebih penting dapat pula digunakan oleh siswa.
Media visual adalah media yang menampilkan gambar yang bersifat diam, seperti gambar, lukisan dan bahan cetak lainnya, namun ada juga yang berbentuk gambar atau simbol yang bergerak, misalnya film bisu, film kartu, media ini dapat digunakan untuk orang-orang bisu dan tuli.
Adapun media audio ini sering dipergunakan dalam kegiatan proses belajar mengajar bagi siswa yang mempunyai indera pendengaran yang sehat akan tetapi bagi siswa yang mempunyai indera pendengaran kurang normal, maka media audio ini kurang tepat dipergunakan. Adapun salah satu contoh media audio ini adalah tape recorder.
Sedangkan media audio visual Aids (AVA) adalah suatu media yang menampilkan berupa suara dan gambar sehingga lebih mudah untuk didengar dan dilihat, jenis media tersebut mempunyai kemampuan ganda yang lebih baik, karena meliputi dua unsur yakni pendengaran dan penglihatan, seperti televisi
Sampai tahun + 1950 alat-alat pengajaran yang lazim disebut alat audio visual, masih terbatas jumlah maupun penggunaanya. Sejak 1950 an perkembangan alat-alat teknologi sangat pesat. Pada tahun 1970 misalnya terbit suatu katelogus mengenai alat pendidikan elektronik setebal 1.129 halaman. Di negara-negara yang maju seperti misalnya Amerika serikat dan Jepang alat-alat teknologi pendidikan seperti Radio, TV, Laboratorium Bahasa, CCTV, Film, Overhead Projector, dan sebagainya sudah merupakan fasilitas pendidikan yang biasa.

Dalam penyampaian pelajaran, bermacam-macam alat telah diciptakan agar mempermudah murid untuk memahaminya, walaupun tiap guru menggunakan gambar dan buku, akan tetapi bila ia menghadapi alat pengajaran elektronik seperti tape recorder, amat banyak guru yang enggan menggunakannya, karena mereka merasa tidak mempunyai keterampilan teknik untuk mengendalikannya. Namun semua alat pelajaran itu, betapapun modern nya mudah dipakai, seperti video dan tape recorder sekarang bisa dikuasai penggunaanya oleh anak kecil. Guru hendaknya memupuk minat terhadap alat pelajaran elektronik modern dan berusaha untuk mengenal dan memanfaatkannya dalam pembelajaran. Alat-alat ini dapat memberi bantuan besar kepada guru maupun murid. Lambat laun alat-alat ini akan semakin banyak digunakan dalam pengajaran bila telah disadari manfaatnya.
Begitu banyaknya media pengajaran yang ada di dunia pendidikan, akan tetapi di sini penulis hanya menampilkan beberapa saja, di antaranya:
a. Overhead Projector (OHP)
Overhead Projector dapat memproyeksikan pada layar apa yang tergambar atau tertulis pada lembaran plastik transparan.
Guru dapat membuat tulisan, cetakan atau gambar pada lembaran transparan itu seperti yang dilakukannya pada papan tulis Overhead Projector dapat digunakan tanpa menggelapkan ruangan.
b. Gambar
Gambar-gambar dapat dikumpulkan dari berbagai sumber seperti kalender, majalah, surat kabar dan sebagainya. Misalnya tentang memandikan mayat, maka bisa digunting gambar-gambar tentang orang yang memandikan mayat.
Gambar sangat penting digunakan dalam usaha memperjelas pengertian pada peserta didik. Sehingga dengan menggunakan gambar peserta didik dapat lebih memperhatikan terhadap benda-benda atau hal-hal yang belum pernah dilihatnya yang berkaitan dengan pelajaran.
c. Model
Model-model dapat berupa tiruan dari benda-benda yang sebenarnya seperti boneka, yang dapat digunakan untuk memandikan mayat.


d. Buku Pelajaran
Buku pelajaran merupakan alat pengajaran yang paling banyak digunakan di antara semua alat pengajaran yang lainnya. Buku pelajaran digunakan sejak manusia pandai menulis dan membaca, akan tetapi meluas dengan pesat setelah ditemukan mesin cetak. Di samping buku pelajaran ada buku kerja yang mendorong anak melakukan tugas-tugas tertentu.
Menggunakan buku pelajaran menuntut kesanggupan dan kecakapan siswa menangkap isi pelajaran. Oleh sebab itu, dibutuhkan alat peraga yang lain untuk mendukung pemahaman siswa, selain dengan metode ceramah yang dilakukan oleh guru.
e. Televisi
Televisi adalah media yang menyampaikan pesan-pesan pembelajaran secara audio visual dengan disertai unsur gerak. Televisi yang dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan dengan mudah dijangkau melalui siaran yang dapat dihubungkan dengan melalui satelit.
Televisi pendidikan adalah penggunaan program video yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu tanpa melihat siapa yang menyiarkannya. Televisi pendidikan tidak hanya sekedar penghibur tetapi yang penting adalah mendidik. Oleh karena itu, ia memiliki ciri-ciri tersendiri yaitu dituntut oleh instruktur, sistematis, teratur dan berurutan serta terpadu.

E. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran

Sebelum menggunakan media pengajaran dalam pembelajaran, seorang guru perlu mengetahui dan menetapkan media yang tepat yang harus digunakan untuk mempermudah pembelajaran di kelas, sehingga tujuan yang ingin dicapai dari pembelajaran tersebut dapat berhasil dengan baik.
Pada prinsipnya, media pembelajaran merupakan sarana pelengkap yang dapat membantu guru untuk menciptakan dorongan psikologis untuk belajar pada diri siswa. Perlu tidaknya media pengajaran, maka perlu diperhatikan apakah media pengajaran itu dapat meningkatkan :
1. motivasi
2. konsentrasi
3. reaksi
4. penyelenggaraannya, dan
5. pengertian
Disamping hal tersebut di atas, media pembelajaran juga harus mempunyai kriteria sebagai berikut:
1. dapat meningkatkan pengertian pokok pengajaran
2. dapat mencapai tujuan yang sebenarnya
3. dapat menimbulkan minat terhadap mata pelajaran yang penting
4. menjadikan media pengajaran sebagai bagian dasar dari pengajaran
5. meningkatkan kegairahan belajar
6. menyederhanakan hubungan yang kompleks
7. memperdalam pengertian pokok-pokok pembicaraan yang telah diuraikan.
Adapun kriteria yang lain harus diketahui dan diperhatikan oleh seorang guru dalam memilih dan menetapkan media pembelajaran dan usaha meningkatkan efektivitas dalam belajar, yaitu :
1. Ketepatan dengan tujuan pembelajaran
Media-media pembelajaran dipilih atas dasar tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Tujuan-tujuan intruksional yang berisikan unsur pemahaman aplikasi dan analisa yang lebih memungkinkan digunakannya media pengajaran.
2. Menunjang terhadap isi bahan pengajaran
Materi pelajaran yang disampaikan guru yang berisikan tentang konsep dan prinsip-prinsip, seringkali sulit untuk dipahami oleh siswa.
Untuk mengetahui hal itu, maka peran media dalam proses pembelajaran bisa membantu menyelesaikan masalah tersebut.
3. Kemudahan memperoleh media
Media pembelajaran yang digunakan merupakan media yang mudah diperoleh, setidaknya mudah dibuat guru. Selain kemampuan guru itu sendiri dalam menggunakan media.
4. Keterampilan guru dalam menggunakan media
Adapun jenis media yang diperlukan syarat utamanya adalah kemampuan guru dalam menggunakannya dalam pembelajaran. Nilai dan manfaat yang diharapkan bukan pada medianya, tetapi dampak penggunaan dari guru pada saat tidak mempumyai arti apa-apa. Jika guru tidak dapat menggunakannya dalam proses pembelajaran guru mempertinggi kualitas belajarnya.
5. Alokasi waktu
Media pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran harus disesuaikan dengan waktu yang tersedia, agar dalam pelaksanaannya tidak mengganggu jadwal kegiatan yang lain, sehingga media yang digunakan tersebut dapat dimanfaatkan selama proses pembelajaran berlangsung.
6. Sesuai dengan taraf berpikir siswa
Memilih media untuk proses pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa. Sehingga makna yang terkandung didalamnya dapat dipahami oleh siswa dan dapat menghasilkan kualitas belajar yang baik.
Menurut Winarno Surakmad dalam bukunya "Interaksi belajar mengajar" disebutkan bahwa:
Tidak setiap metode dalam setiap situasi memerlukan penggunaan sarana atau alat Bantu berupa benda konkrit. Dan juga dalam penggunaannya tidak selalu diperlukan alat-alat yang seragam. Ada metode yang tidak atau yang hampir tidak menggunakan alat-alat pelajaran yang lebih dari bahasa (lisan), kapur, papan tulis seperti umpamanya kebanyakan metode ceramah, pada metode Tanya jawab, diskusi, wawancara atau menggunakan alat-alat yang cukup rumit misalnya televisi atau komputer.

Sebagai pendekatan praktis disarankan untuk memperhatikan bagian media apa saja yang ada, berapa harganya, format apa yang harus dipenuhi dalam memakainya. Dalam hubungannya dalam hal ini, Dick and Carey menyebutkan bahwa di samping kesesuaian tujuan perilaku belajarnya, masih ada 4 faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media, yaitu:
1. Kesediaan sumber setempat, artinya bila media yang bersangkutan tidak terdapat pada sumber-sumber yang ada maka harus dibeli atau dibuat sendiri.
2. Apakah untuk membeli atau memproduksi media tersebut ada dana, tenaga dan fasilitasnya.
3. Faktor yang menyangkut keluasaan kepribadian dan ketahanan media yang bersangklutran untuk waktu yang lama, artinya biasa digunakan dimanapun dengan peralatan yang ada di sekitarnya, kapanpun serta mudah dibawa dan dipindahkan.
4. Efektivitas biayanya dalam waktu yang panjang, sebab ada jenis media yang biaya produksinya mahal seperti film bingkai. Namun jika dilihat kestabilan harganya dan penggunaannya yang berulang-uolang untuk jangka waktu yang panjang, mungkin lebih murah dari media yang biaya produksinya murah sepeti brusor, tetapi setiap waktu berganti.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih media pengajaran adalah :
1. objektivitas
2. program pengajaran
3. sasaran pengajaran
4. situasi dan kondisi
5. kualitas teknik
6. keefektivan dan efisiensi penggunaan

Oleh karena itu, prosedur yang perlu dilakukan oleh guru dalam menggunakan media agar pembelajaran efektif dan efisien adalah mengerti, mencari, menemukan dan memilih media sesuai dengan kebutuhan belajar dan kematangan belajar siswa.
F. Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan media dalam pembelajaran

1. Latar Belakang Pendidikan Guru
Merupakan awal bagi seorang guru untuk menggali atau demi pendidikan. Dari latar belakang ini guru memiliki pengakuan yang berbeda-beda. Perbedaan dari latar belakang ini dilatar belakangi oleh jenis dan penjenjangan dalam pendidikan. Perbedaan latar belakang pendidikan akan mempengaruhi kegiatan guru dalam melaksanakan kegiatan interaksi pembelajaran.
Perbedaan latar belakang pendidikan juga memiliki pengalaman yang berbeda-beda, sehingga dari pengalaman dalam proses pendidikan tersebut sangat mempengaruhi kegiatan guru dalam melaksanakan pembelajaran khususnya dalam menggunakan media pembelajaran. Seorang guru yang telah menekuni pendidikan keguruan tentu memiliki muatan ilmu pengetahuan tentang keguruan yang lebih luas dari pada guru yang tidak pernah menekuni pendidikan keguruan.
Dasar pengetahuan sangatlah penting artinya bagi guru dalam melaksanakan tugas. Guru yang pernah menekuni pendidikan sesuai dengan tujuan akan berbeda keahliannya dengan guru yang tidak memahami pendidikan sesuai dengan tugasnya. Dalam Al-qur'an surat Az Zumar ayat 9 ditegaskan sebagai berikut:
أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ اَنآءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ الآخِرَةَ وَيَرْجُوا رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو اْلأَلْبَابِ (9)
2. Tujuan pembelajaran
Merupakan kunci yang ingin dicapai dari penggunaaan media, karena media ditetapkan berdasarkan pertimbangan tujuan pengajaran yang dicapai. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Robert F. Moger (1975) dalam kata pengantar bukunya Preparing Instructional Objectives, bahwa “Suatu pernyataan yang jelas dari pada tujuan akan merupakan dasar pokok bagi pemilihan metode dan bahasa pengajaran serta pemilihan-pemilihan alat-alat untuk menilai apakah pengajaran itu lebih berhasil;.”
Ungkapan Moger tersebut menunjukkan bahwa betapa pentingnya tujuan itu di dalam pendidikan dan pengajaran. Karena dari tujuan akan ditetapkan media apa yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran.

3. Ketersediaan media pembelajaran
Ketersediaan media pembelajaran juga merupakan faktor yang mempengaruhi dalam media, karena tanpa adanya ketersediaan media pembelajaran, penyajian media kurang optimal, dan menjadikan pembelajaran terhambat dan tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan. Mengenai ketersediaan kelangkapan media ini juga ada hubungannya antar kesiapan guru dan pihak sekolah dan menunjang adanya kelengkapan media sebelum mengajar.
4. Kemampuan dalam menggunakan media
Kemampuan juga merupakan faktor yang penting, hal ini karena walaupun kelengkapan media tersedia tetapi untuk menggunakan kemampuan tidak dimiliki atau tidak mengetahui maka sebuah media tidak berdaya guna jika tidak digunakan semestinya. Modal kemampuan kunci sukses seorang guru dalam penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran, dan juga dalam perencanaan pengajaran faktor kemampuan adalah sesuatu yang perlu dimiliki.
Gagne dan Brig yang dikutip oleh B. Suryosubroto, mengemukakan bahwa “pengajaran bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, melainkan adanya kemampuan guru dalam menciptakan suasana komunikasi, yang edukatif antara guru dan peserta didik.


5. Waktu yang tersedia
Tersedianya waktu dalam pembelajaran juga mempengaruhi dalam penggunaan media, hal ini karena waktu menjadikan sebuah media itu efisien, atau tidak di dalam pembelajaran digunakan. “Waktu ini yang membatasi setiap ruang gerak dari pembelajaran. Proses itu akan berakhir sesuai waktu yang telah dijadwalkan setiap bidang studi”.
Masalah waktu memang menjadi perhatian dalam pengajaran karena tanpa waktu yang ada mustahil sebuah media digunakan waktu yang memadai. Tentu hal ini akan memperlancar dalam proses pembelajaran. Waktu merupakan hal yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan media sehingga alokasi waktu yang tersedia tercukupi dalam menggunakannya.
6. Metode yang digunakan
Metode yang diperlukan seorang guru dalam rangka menyampaikan materi pelajaran. Bervariasinya metode juga harus disesuaikan dengan media yang digunakan, karena antara media pembelajaran mempunyai hubungan kesesuaian dengan metode yang digunakan.
Menurut Azhar Arsyad mengemukakan bahwa “dalam suatu pembelajaran dua unsur yang penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran.“ Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai.”
Kesalahan dalam menggunakan metode akan menjadikan penggunaan media menjadi tidak berarti dan menggagalkan proses penerimaan atau pemahaman anak didik.
7. Kondisi siswa
Keadaan siswa juga merupakan faktor bagi guru dalam penggunaan media dan umumnya dalam pembelajaran karena dalam interaksi pembelajaran siswa juga terlibat didalamnya. Pengajaran itu akan berhasil bila materi pelajaran dapat diterima dan dimengerti oleh siswa.
Menurut Roestiyah N.K mengemukakan bahwa :
Materi pelajaran yang diberikan harus diabadikan untuk kepentingan siswa dimasa sekarang dan masa mendatang. Maka guru perlu meneliti tentang anak muridnya sebaik mungkin. Pengetahuan tentang diri siswa secara mendalam sangat menunjang tugas guru sebagai pengajar maupun dalam mendekati siswa.

Usaha guru untuk mengetahui kondisi siswa bagaimana sikap, dan tingkah laku dalam pembelajaran sebagai bahan dan pertimbangan yang mempengaruhi daripada penggunaan media. Dengan mengetahui kondisi siswa maka pembelajaran yang menggunakan media akan berjalan dengan lancar dan baik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.















BAB III
METODE PENELITIAN

A. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek Penelitian
Subjek penelitian yang penulis ambil adalah 2 orang guru agama Islam yang ada di sekolah SMPN 6 Selat Kabupaten Kapuas ditambah dengan siswa kelas 1 dan 2 berjumlah 60 orang yang ada di SMPN 6 Selat Kabupaten Kapuas.
2. Objek Penelitian
Adapun objek dalam penelitian ini adalah penggunaan media dalam pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 6 Selat Kabupaten Kapuas dan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan media dalam pembelajaran mata pelajaran pendidikan agama Islam.
B. Data, Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data

1. Data
Adapun data yang akan digali dalam penelitian ini ada dua macam yaitu data Pokok dan data penunjang.
a. Data Pokok yang meliputi
1) Data tentang penggunaan media dalam pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada SMPN 6 Selat Kabupaten Kapuas meliputi Intensitas Penggunaan media pengajaran, Kemampuan guru dalam menggunakan media, materi-materi yang menggunakan media, bentuk-bentuk media yang digunakan.
2) Data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan media dalam pembelajaran mata pelajaran pendidikan Agama Islam pada SMPN 6 Selat Kabupaten Kapuas, meliputi latar belakang pendidikan guru, tujuan pembelajaran, ketersediaan media pembelajaran, metode yang digunakan, waktu yang tersedia dan kondisi siswa .
b. Data penunjang yakni meliputi:
1) Sejarah Berdirinya Sekolah
2) Keadaan guru, kepala sekolah, dan karyawan TU SMPN 6 Selat Kabupaten Kapuas, keadaan siswa, keadaan sarana dan prasarana yang dimiliki SMPN 6 Selat Kabupaten Kapuas serta data-data penunjang lainnya.
2. Sumber Data
Untuk memperoleh data tersebut di atas, maka penulis mengambil sumber data melalui:
a. Responden yaitu 2 orang guru Pendidikan agama Islam dan siswa kelas 1 dan 2 berjumlah 60 orang yang ada di SMPN 6 Selat Kabupaten Kapuas yang telah dijadikan subjek dalam penelitian ini.
b. Informan yaitu guru-guru umum, kepala sekolah, dan TU yang ada pada SMPN 6 Selat Kabupaten Kapuas.
3. Teknik Pengumpulan Data
Dalam rangka mengumpulkan data di lapangan maka penulis menggunakan beberapa teknik penelitian sebagai berikut:
a. Wawancara
Penulis mengadakan wawancara langsung dengan 3 orang pengajar Pendidikan Agama Islam tentang penggunaan media dalam pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang dimiliki sekolah serta pemanfaatan lingkungan sebagai media pengajaran dan faktor-faktor yang menjadi kendalanya.
b. Observasi
Pengamatan secara langsung ke lokasi penelitian. Penulis melihat langsung penggunaaan media pengajaran yang dilaksanakan oleh pengajar Pendidikan Agama Islam di dalam kelas guna memperkuat hasil data dari wawancara.
c. Angket
Tekhnik ini penulis gunakan untuk mendapatkan data melalui siswa dengan pertanyaan secara tertulis menyangkut penggunaan guru terhadap media pembelajaran.
d. Dokumentasi
Tekhnik ini penulis gunakan untuk memperoleh data tentang gambaran umum lokasi penelitian, keadaan guru, kepala sekolah, karyawan TU. Keadaan siswa dan keadaan sarana dan prasarana yang dimiliki serta data-data penunjang lainnya.
Untuk lebih jelasnya mengenai data, sumber data dan tekhnik pengumpulan data, maka dapat dilihat pada matriks berikut ini:
MATRIK
DATA, SUMBER DATA DAN
TEKNIK PENGUMPULAN DATA

No. Data Sumber data TPD
1. Data pokok
a. Penggunaan media dalam pembelajaran
1) Intensitas penggunaan media dalam pembelajaran
2) Kemampuan guru dalam menggunakan media .
3) Materi-materi yang menggunakan media
4) Bentuk-bentuk media yang digunakan


Guru agama/siswa
Guru agama

Guru agama

Guru agama/siswa


Wawancara, observasi, angket
Wawancara, observasi
Wawancara, observasi
Wawancara, observasi, angket
2. b. Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan media dalam pembelajaran mata pelajaran PAI, meliputi:
1) Latar belakang pendidikan guru agama

2) Tujuan pembelajaran

3) Ketersediaan media pembelajaran
4) Waktu yang tersedia

5) Metode yang digunakan

6) Kondisi siswa
- Jumlah siswa



Guru agama


Guru agama/siswa
Guru agama/siswa
Guru agama

Guru agama/siswa
Guru agama/siswa



Wawancara, observasi, dokumenter
Wawancara, angket
Wawancara, angket
Wawancara, observasi
Wawancara, angket
Wawancara, angket
3. Data penunjang, meliputi :
a. Sejarah berdirinya sekolah

b. Keadaan guru, kepala sekolah, TU, keadaan siswa, keadaan sarana dan prasarana serta data-data penunjang lainnya
Kepala sekolah/TU
Kepala sekolah/TU
Observasi, dokumenter
Wawancara, observasi, dokumenter

C. Teknik Pengolahan Data

Dalam penelitian ini pengolahan data yang penulis gunakan adalah :
1. Editing yaitu mencocokan kembali terhadap data yang telah dikumpulkan.
2. Koding yaitu utnuk mengklasifikasikan semua jawaban responden dan informan menurut jenis dan macamnya.
3. Tabulating yaitu menyusun dan memasukkan data dalam bentuk tabel dan menghitung persentase jawaban yang ada dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

x 100 % = P

Keterangan
F : Frekuensi
N : Jumlah Responden
P : Prosentasi
4. Interpretasi data digunakan untuk menginterpresentasikan data yang diperoleh dalam penelitian ini, akan digunakan kategori sebagai berikut: 00% -< 20 % : kecil sekali
20 % - < 40 % : kecil
40 % - < 60 % : sedang
60 % - <80 % : besar
80 % -100 % : besar sekali

D. Analisis Data

Dari data yang telah diolah dan disajikan secara deskriptif berupa uraian-uraian yang dapat memberikan gambaran secara jelas permasalahan yang diteliti. Selanjutnya dilakukan analisis data secara deskriftif kualitatif dan kesimpulan akhir diambil menggunakan metode induktif, yang menyimpulkan secara umum, berdasarkan data-data-fakta yang ditemukan di lapangan.
E. Prosedur Penelitian

Dalam penelitian ini ada beberapa prosedur yang dilalui penulis yaitu:
1. Tahap pendahuluan
a. Survai ke lokasi penelitian
b. Proses konsultasi dengan dosen pembimbing untuk membuat proposal
c. Mengajukan Proposal ke Sekolah TInggi Agama Islam (STAI) untuk minta persetujuan
2. Tahap persiapan
a. Melaksanakan seminar
b. Mohon surat riset dari Ketua STAI Kuala Kapuas
c. Membuat pedoman wawancara observasi
3. Tahap pelaksanaan
a. Menghubungi Instansi yang terkait guna penyampaian diadakan suatu penelitian menghubungi responden dan informan untuk memperoleh data yang digali
b. Mengumpulkan seluruh data, editing, mengolah, menyusun dan menganalisa data
4. Tahap penyusunan laporan
a. Menyajikan laporan
b. Menyerahkan kepada Bapak/Ibu pembimbing untuk dikoreksi dan disetujui
c. Mengajukan kepada Tim Munaqasyah skripsi, untuk dipertanggung jawabkan



























BAB IV
LAPORAN HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Sejarah Berdirinya Sekolah
Lokasi penelitian ini adalah pada Sekolah Menengah Pertama Negeri I Binuang yang terletak di jalan Serawi kecamatan Binuang kabupaten Tapin. Sekolah Menengah Pertama Negeri I Binuang adalah salah satu sekolah yang turut membantu dalam perwujudan tujuan pengajaran dan Pendidikan nasional sebagian masyarakat lebih mempercayakan pendidikan anaknya di sekolah ini.
Sedangkan mengenai keabsahan status sekolah ini berdasarkan Surat keputusan Mendikbud RI No. 047/0/1983/Nopember 1983. sekolah Menengah Pertama ini diresmikan sebagai sekolah negeri oleh Bapak Soetanto Piryo Prasanto selaku Sekjen a.n. Mendikbud pada tahun 1983 dengan nomor statistik sekolah 20 1150 40 3007. sekolah ini berada ditengah-tengah perumahan dan perkebunan penduduk, dan berdiri di atas tanah seluas 160 m2 x 125 m2 yang berlokasi di jalan Serawi kecamatan Binuang kabupaten Tapin dan kepala sekolahnya adalah Drs. Asy’ari dengan NIP. 131 845 169.
Adapun prasarana fisik sekolah dan bahan bangunannya permanen dengan dinding dan lantai semen beratapkan sirap, genteng. Secara umum kondisi fisik bangunan sekolah menengah pertama negeri I Binuang ini baik, dengan lokal belajar 15 buah, ruang kepala sekolah 1 buah, ruang guru 1 buah, laboratorium IPA 1 buah, ruang keterampilan 1 buah, ruang UKS 1 buah, ruang WC guru 1 buah, ruang perpustakaan 1 buah, ruang serba guna 1 buah, ruang WC siswa 1 buah, ruang OSIS 1 buah, ruang ibadah 1 buah, dan bangunan lainnya yang menunjang proses belajar mengajar. Dengan konstruksi permanen utuh dan ditunjang fasilitas yang memadai untuk lebih jelasnya tentang letak geografis dapat dilihat dari uraian berikut:
a Sebelah utara berbatasan dengan perumahan penduduk
b Sebelah selatan berbatasan dengan perumahan penduduk
c Sebelah timur berbatasan dengan jalan
d Sebelah barat berbatasan dengan perkebunan penduduk
2. Keadaan Tenaga Pengajar, Staf Tata Usaha/Karyawan
a. Keadaan Tenaga Pengajar
Pada tahun ajaran 2006/2007 jumlah guru pada SMPN I Binuang ini berjumlah 32 orang berdasarkan jenis kelamin terdiri 13 orang laki-laki dan 19 orang perempuan berdasarkan statusnya terdiri dari 24 orang guru tetap, 1 orang guru Bantu, 8 orang guru tidak tetap. Untuk lebih jelasnya tentang susunan personalia tenaga pengajar pada sekolah menengah pertama negeri I Binuang pada tahun ajaran 2006/2007 dapat dilihat dari tabel berikut ini.


TABEL 1
KEADAAN DEWAN GURU DI SMPN 1 BINUANG
TAHUN AJARAN 2006/2007
No Nama/NIP Gol/ Ruang Bidang Studi Pendidikan jurusan dan tahun Jabatan
1 2 3 4 5 6
1. Drs. Asy’ari
131845169 IV/a - S1/Orkes/1980 Kepala sekolah
2. M.Hamzah, S.Pd
131400679 IV/a Matematika S1/MTK/2002 Wakasek/Guru pembina
3. Bambang Sutrisno, A.Md.Pd 131400666 IV/a IPA Fisika DIII/IPA/1997 Guru pembina
4. H.Suherman, S.Pd
131287482 IV/a B. Ind. S1/B. Indonesia/2000 Guru pembina
5. H.Masdikani, S.Pd.I 131417299 IV/a PAI, BTA S1/PAI/2002 Guru Pembina
6. Siti Huriah, A.Md.pd 130920297 IV/a IPA Biologi/ matematika DIII/matematika/1998 Guru Pembina
7. Supianto, S.Pd
131093845 IV/a PPKN S1/adm Pendidikan/2001 Guru Pembina
8. Syarifah Faridah, BA 131416398 IV/a BP Sarmua/BP/1981/matematika/1997 Guru Pembina
9. Winarti, A.Md.pd
131399394 IV/a Matematika DIII/matematika/1997 Guru Pembina
10. Kamariah, S.Pd
131766827 IV/a B. Ind. S1/B. Indonesia/2004 Guru Pembina
11. Sugirah, A.Md.Pd
131258236 IV/a Matematika DIII/Matematika/1997 Guru Pembina
12. Masniah IV/a IPS, Mulok,
B. Banjar DIII/tataniaga/1987 Guru Pembina
13. Pahliani, A.md.pd
131817725 IV/a Matematika, KTK DIII/Matematika/1997 Guru Pembina
14. Ernawati, A.md.pd
131573511 IV/a IPA Biologi, PPKN DIII/IPA/1997 Guru Pembina
15. Shinta Arimbawati, S.Pd
132135705 III/d B. Inggris S1/B. Inggris/1994 Guru Pembina
16. Ismawati, S.Pd
132001993 III/d Penjaskes, Mulok,
B. Banjar, Pertanian S1/Penjaskes/2003 Guru Dewasa Tk. I

17. Hj. Noorhamidah, S.Pd
132160373 III/d Matematika, IPA Fisika S1/matematika/1997 Guru Dewasa Tk. I
18. Satriya, M.pd
132160373 III/c B. Indonesia S1/B. Indonesia/1996 Guru Dewasa Tk. I
19. Heriani, S.Pd
540019239 III/a IPS eko, KTK S1/Ekonomi/2004 Guru Madya
20. Hj.Mariyustiana, S.Pd
5400160175 III/a BK S1/Pend.BK/2004 Guru Madya

1 2 3 4 5 6
21 Wawan Setiawan, S.Pd
540019245 III/a Penjaskes S1/penjaskes/2005 Guru Madya
22 Hj.Hairiyah, S.pd
540019249 III/a IPA, IPS geografi S1/Biologi/2004 Guru Madya
23 Eki patmawati, A.md
540019257 III/c IPS geografi, IPS Sejarah DIII/Geografi/2005 Pengatur
24 Siti Salmiah, SE
150500105 IPS Ekonomi, Mulok,
B. Banjar S1/Ekonomi/1994 Guru Bantu
25 Hj. Kudriah, S.Pd
132222597 III/c B. Indonesia Guru Dewasa
26 Soemarsono IPS Geografi PGSLP/Ilmu bumi/1968 GTT
27 Rosmadianor, S.Ag IPS Sejarah, KTK Sertifikasi/ekon/1997 GTT
28 Baharudin, S.Ag PAI, TIK S1/PAI/1998 GTT
29 Surya Arie Fani, S.Pd PAI, B. Inggris S1/PAI/2000 GTT
30 Rima Husrida, S.Pd B. inggris S1/B. Inggris/2005 GTT
31 H. Kaspul Anwar Fiqih Aliyah/Agama/1977 GTT
32 Supriadi, S.Pd.I BTA, PPKN S.Pd.I/PAI/2006 GTT
Sumber: Dokumentasi SMPN I Binuang tahun 2006/2007
Sehubungan dengan penelitian yang penulis lakukan tentang penggunaan media dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, maka penulis akan menggambarkan keadaan guru Pendidikan Agama Islam di SMPN I Binuang kabupaten tapin.
Guru Pendidikan Agama Islam di SMPN I Binuang berjumlah 3 orang yaitu :
1) Bapak Baharuddin, S.Ag mengajar di kelas I yang berjumlah 4 kelas selanjutnya dalam penyajian data nanti penulis memberi kode (guru PAI A/GA)
2) Bapak Rosmadianoor, S.Ag mengajar di kelas II yang berjumlah 4 kelas selanjutnya dalam penyajian data nanti penulis memberi kode (Guru PAI B/GB)
3) Bapak H. Masdikani, S.Pd.I mengajar di kelas III yang berjumlah 5 kelas selanjutnya dalam penyajian data nanti penulis memberi kode (Guru PAI C/GC)
Untuk lebih jelasnya mengenai keadaan guru Pendidikan Agama Islam di SMPN I Binuang dapat dilihat pada tabel berikut ini :
TABEL 2
KEADAAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DI SMPN I BINUANG TAHUN AJARAN 2006/2007
NO Nama Guru L/P Jabatan Pendidkan /jurusan/tahun Bidang Studi
1. Baharuddin, S.Ag L GTT S1/PAI/2000 Pendais
2. Rosmadianoor, S.Ag L GTT S1/PAI/1998 Pendais
3. H. Masdikani, S.Pd.I L Gr. Pembina S1/PAI/2002 pendais
Sumber data : dokumentasi SMPN I Binuang tahun 2006/2007

b. Keadaan Staf tata usaha dan karyawan
Keadaan staf tata usaha dan karyawan pada SMPN I Binuang berjumlah 11 orang yang terdiri dari 6 orang di bidang staf tata usaha dan 5 orang di bagian pengelolaan sekolah. Untuk lebih jelasnya keadaan staf tata usaha dan karyawan dapat dilihat pada tabel berikut:






TABEL 3
KEADAAN STAF TATA USAHA DI SMPN I BINUANG TAHUN 2006/2007

No Nama Gol Jabatan Pendidikan/jurusan/tahun
1. Armaniah III/b Pelaksana SMEA/TB/1985
2. Slamet Riadi III/a Pelaksana SMA/IPA.1986
3. Ending Setyawati III/a Pelaksana KPAA/Keuangan/1989
4. Bakhrudin II/d Pelaksana SMP/1980
5. Amat II/a Pelaksana SMA/IPS/2005
6. Antung Mazi II/a Pelaksana SMA/IPS/2000
7. Siti Umairah Operator Komputer S1/Ekonomi/2005
8. Rina Agustini, SE Perpustakaan
9. Mukeri Pesuruh
10. Jarmi Satpam
11. Abdullah Tukang kebun

Sumber data : dokumentasi SMPN I Binuang tauhn 2006/2007

c. Keadaan Siswa SMPN I Binuang tahun ajaran 2006/2007
Jumlah siswa tahun ajaran 2006/2007 di SMPN I Binuang berjumlah 321 orang dengan laki-laki berjumlah 138 orang dan perempuan berjumlah 183 orang. Untuk lebih jelasnya keadaan siswa di SMPN I Binuang dapat dilihat pada tabel berikut:

TABEL 4
KEADAAN SISWA SMPN I BINUANG TAHUN 2006/2007

NO KELAS JENIS KELAMIN JUMLAH
Laki-laki Perempuan
1 2 3 4 5
1. I A 14 15 29
2. I B 13 16 29
3. I C 13 15 28
4. I D 14 15 29
1 2 3 4 5
5. 2 A 9 16 25
6. 2 B 8 17 25
7. 2 C 6 16 22
8. 2 D 9 17 26
9. 3 A 13 11 24
10. 3 B 9 12 21
11. 3 C 10 9 19
12. 3 D 9 14 23
13. 3 E 11 10 21
Jumlah 138 183 321
Sumber data : Dokumentasi SMPN I Binuang tahun 2006/2007


3. Keadaan Sarana dan Prasarana di SMPN I Binuang
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan kepala sekolah dan staf tata usaha yang penulis lakukan, keadaan sarana dan prasarana yang terdapat di SMPN I Binuang seperti keadaan fisik cukup memadai dan letaknya cukup srtaegis serta mendukung dalam proses belajar mengajar.
Keadaan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SMPN I Binuang pada tahun ajaran 2006/2007 dapat dilihat pada tabel berikut:
TABEL 5
KEADAAN SARANA DAN PRASARANA DI SMPN I BINUANG TAHUN PELAJARAN 2006/2007
No Sarana dan prasarana Jumlah
1 2 3
1. Ruang kelas 15
2. Ruang kepala sekolah 1
3. Ruang guru 1
4. Ruang tata usaha 1
5. Ruang BP/BK 1
6. Laboratorium Bahasa 1
7. Laboratorium IPA 1
8. Ruang keterampilan 1
9. Ruang serbaguna 1
10. Ruang perpustakaan 1
11. Ruang Unit Kesehatan (UKS) 1
12. Ruang OSIS/PASKIBRA 1
13. Ruang ibadah (Musholla) 1
14 Ruang gudang 1
15. Ruang Km/WC guru 1
16. Ruang KM/WC siswa 4
17. Lapangan sepakbla 1
18. Lapangan Volly 2
19. Lapangan Takraw 1
20. Lapangan Basket 1
21. Lapangan upacara 1
22. Tempat parker 2
23. Listrik 1
Jumlah 42 buah
Sumber data : dokumentasi SMPN I Binuang tahun 2006/2007

B. Penyajian Data

Sebagaimana yang telah penulis kemukakan terdahulu, bahwa masalah yang akan dibicarakan dalam skripsi ini adalah tentang penggunaan media pengajaran dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN I Binuang dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Untuk lebih jelasnya pengkajian data ini maka penulis kemukakan sebagai berikut:
1. Penggunaan media pengajaran dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN I Binuang untuk mengetahuai tentang penggunaan media pengajaran dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Berikut ini akan penulis sajikan mengenai hal tersebut yaitu:


a. Intensitas penggunaan media pengajaran dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Berdasarkan hasil wawancara dengan Guru A bahwa dalam penggunaan media ini sangat tergantung dengan materi yang akan diajarkan dan tidak semua materi menggunakan media (W.GA) seperti materi istinja guru menggunakan media gambar sedangkan guru B juga senada bahwa penggunaan media ini hanya pada materi-materi tertentu atau tergantung dari materinya. Dan setiap materi berbeda-beda media yang digunakan, dan untuk berapa kali digunakan media sangat tergantung dengan materinya (w, GB),seperti materi menghafal ayat Al-Qur’an guru menggunakan media buku pelajaran dan guru C juga mengatakan bahwasanya dalam penggunaan media ini sangat tergantung dari materi yang digunakan dan setiap materi yang berbeda-beda dan kalaupun bersambung tetap digunakan media yang sama (w.GC),seperti materi shalat guru menggunakan media gambar dan media lingkungan (mushalla).
Berdasarkan hasil wawancara dengan 3 orang guru PAI bahwa dalam penggunaan media melihat daripada kesesuaian dengan materi yang akan diajarkan, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai siswa dan dapat membangkitkan minat siswa dan juga untuk penggunaan media ini tergantung dari tersediannya media yang akan digunakan dan dalam pelaksanaannya masih belum maksimal karena masih kurangnya media pengajaran yang tersedia di SMPN I Binuang.
Adapun intensitas penggunaan media oleh guru dapat dilihat dari sering tidaknya guru menggunakan media dalam pembelajaran hal ini dapat dilihat pada tabel berikut yang diperoleh dari jawaban angket siswa.
TABEL 6
SERING TIDAKNYA GURU MENGGUNAKAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN
No Kategori Frekuensi (F) Persentasi(%)
1. Sering 22 37
2. Kadang-kadang 30 50
3. Tidak pernah 8 13
Jumlah 60 100

Berdasarkan tabel di atas bahwa yang mengatakan sering dalam menggunakan media pengajaran ada 22 orang (37 %) kategori kecil., karena hal ini tergantung dari materi yang akan diajarkan dan yang mengatakan kadang-kadang ada 30 (50 %) kategori sedang, karena penggunaaan media ini hanya kadang-kadang saja digunakan dan yang mengatakan tidak pernah ada 8 orang (13 %) kategori kecil sekali dalam hal ini tidak pernah menggunakan media apapun.
b. Kemampuan guru dalam menggunakan media
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan guru A bahwa menggunakan media seperti gambar, tape recorder dan bagan-bagan beliau dapat saja menggunakannya sedangkan untuk media OHP karena pengetahuannya tentang itu belum ada dimiliki, dan berdasarkan pengamatan langsung, beliau belum pernah menggunakan media sebagai mana tersebut (w.GA) dan untuk guru B juga mengatakan bahwa untuk menggunakan media seperti OHP belum mampu untuk menggunakan karena belum ada pengetahuannya untuk menggunakannya dalam pembelajaran. Dan juga berdasarkan pengamatan langsung bahwa beliau tidak ada menggunakan media OHP dan (w.GB), sedangkan untuk guru C bahwa dalam pembelajaran beliau mampu menggunakan media grafis, skema dan media tiga dimensi dan juga untuk media seperti OHP tidak dapat menggunakannya karena keterbatasan media yang tersedia juga ruang dan waktu dalam menggunakannya (w.GC).
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dari ketiga orang guru PAI tersebut disimpulkan bahwa kemampuan mereka dalam penggunaan media khususnya media proyeksi belum dimiliki seperti OHP belum mampu digunakan karena keterbatasan media yang tersedia juga ruang dan waktu menggunakannya.
c. Materi-materi yang menggunakan media
Berdasarkan hasil wawancara memang hanya pada materi tertentu saja guru menggunakan media dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
TABEL 7
MATERI-MATERI PAI YANG MENGGUNAKAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN
No. Materi-materi Media yang digunakan
1 2 3
1. Shalat berjamaah Mushalla
2. Istinja Gambar
3. Thaharah Gambar
4. Menghafal ayat Al-qur’an Buku pelajaran
1 2 3
5. Sholat sunnat Gambar
6. Wudhu Tempat wudhu, gambar
7. Shalat Mushalla, gambar
8. Penyelenggaraan jenazah Boneka

Berdasarkan hasil wawancara dengan Guru A bahwa dalam menyampaikan materi shalat berjamaah menggunakan media mushalla dan istinja, thaharah menggunakan media gambar (w.GA). dan guru B dalam menyampaikan materi menghafal ayat-ayat Al-qur’an menggunakan media buku pelajaran, sedangkan dalam menyampaikan materi shalat sunnat menggunakan media gambar (w.GB).
Sedangkan guru C dalam menyampaikan materi wudhu menggunakan media tempat wudhu, gambar dan materi shalat menggunakan media mushalla dan gambar sedangkan dalam menyampakan materi penyelenggaraan jenazah menggunakan media boneka.
Berdasarkan hasil wawancara dengan ketiga orang guru PAI bahwa penggunaaan media dalam menyampaikan materi-materi Pendidikan Agama Islam belum terlaksana dengan maksimal karena terbatasnya media yang tersedia di sekolah tersebut.
d. Bentuk-bentuk media yang digunakan
Berdasarkan hasil wawancara bahwa guru PAI A dalam menggunakan media bentuk media yang digunakan seperti media lingkungan dan media visual (w.GA) yaitu mushalla dan gambar dan untuk guru PAI B media yang beliau gunakan adalah media cetak, media grafis (visual) yaitu buku pelajaran dan gambar (w.GB) sedangkan untuk guru PAI C media-media yang beliau gunakan adalah media grafis (visual),media lingkungan dan media tiga dimensi yaitu gambar,mushalla dan boneka (w.GC).
Berdasarkan hasil wawancara tersebut 3 orang guru PAI tersebut ini pernah menggunakan media grafis yaitu gambar, hal ini dapat dilihat pada jawaban angket bahwa media gambar pernah digunakan oleh guru PAI berikut ini:
TABEL 8
PERNAH TIDAKNYA GURU MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DALAM PEMBELAJARAN PAI
No Kategori Frekuensi (F) Persentasi(%)
1. Pernah 35 58
2. Kadang-kadang 15 25
3. Tidak pernah 10 17
Jumlah 60 100

Berdasarkan tabel di atas bahwa yang mengatakan guru PAI pernah menggunakan media gambar ada 35 orang (58 %) termasuk kategori besar dan yang mengatakan kadang-kadang 15 orang (25 %) termasuk kategori sedang. Sedangkan yang mengatakan tidak pernah menggunakan media gambar ada 10 orang (17 %) termasuk kategori kecil dan untuk media lain seperti penggunaaan diagram, OHP tidak digunakan karena keterbatasan media yang tersedia.
Sedangkan untuk materi hafalan ayat-ayat Al-qur’an ini oleh guru menggunakan media buku pelajaran.
Sedangkan untuk media tiga dimensi (boneka) untuk meteri penyelenggaraan jenazah, untuk lebih jelasnya penggunaan media ini, oleh guru dapat dilihat pada jawaban angket siswa berikut ini:
TABEL 9
PERNAH TIDAKNYA GURU MENGGUNAKAN MEDIA MODEL BONEKA DALAM PEMBELAJARAN PAI
No Kategori Frekuensi (F) Persentasi(%)
1. Pernah 35 59
2. Kadang-kadang 15 25
3. Tidak pernah 10 16
Jumlah 60 100

Berdasarkan tabel di atas bahwa yang mengatakan guru PAI pernah menggunakan media boneka ada 35 orang (59 %) termasuk kategori besar dan yang mengatakan kadang-kadang ada 15 orang (25%) termasuk kategori sedang, dan yang mengatakan tidak pernah menggunakan media boneka ada 10 orang (16 %) termasuk kategori kecil.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan media dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN I Binuang
a) Latar belakang Pendidikan guru
Dari hasil wawancara dan observasi dokumenter bahawa 3 orang guru PAI di SMPN I Binuang memiliki latar belakang pendidikan sarjana, yakni untuk guru PAI A memiliki latar belakang Pendidikan terakhir S1 IAIN Fakultas Tarbiyah tahun 2000 dan diterima mengajar pada tahun 2001. sebelumnya juga pernah mengajar di Madrasah Aliyah Assunniyah di Tambarangan. Adapun dilihat dari pengalaman sudah cukup memadai karena sudah pernah menempuh pendidikan khususnya ketarbiyahan dan memiliki dasar-dasar dalam mengajar juga pernah waktu kuliah dulu diajarkan mengenai penggunaan media sedangkan kalau dilihat dari pengetahuan berdasarkan pengakuan beliau kurang begitu menguasai atau mengetahui tentang media khususnya media elektronik atau canggih seperti OHP, dan juga karena keterbatasan media yang tersedia (w.GA).
Sedangkan untuk guru PAI B memiliki latar belakang Pendidikan terakhir yaitu sarjana S1 PAI 1998. sebelumnya juga pernah mengajar di Madrasah Tsanawiyah Negeri Binuang. Mengenai pengalaman mengajar memang sudah cukup memadai karena sudah pernah menempuh Pendidikan khususnya ketarbiyahan dan memiliki dasar-dasar mengajar. Ditinjau dari sudut pengetahuan beliau kurang mengetahui tentang media-media canggih khususnya OHP dikarenakan keterbatasan media yang tersedia. (w.GB)
Sedangkan untuk guru PAI C memiliki latar belakang Pendidikan terakhir DIII PGA tahun 1979 dan IAIN S1 PAI tahun 2002 dan diterima mengajar pada tahun 1984 dan tidak pernah mengajar di sekolah lain. Adapun dilihat dari pengalaman sudah cukup memadai karena sudah pernah menempuh pendidikan khususnya ketarbiyahan dan memiliki dasar-dasar dalam mengajar dan juga sering mengikuti penataran guru Agama. Dan juga dilihat dari lamanya sudah mengajar mulai dari tahun 1984 sampai sekarang. Sedangkan dilihat dari pengetahuan beliau terhadap media-media cukup baik, hal ini terbukti dengan pengetahuan beliau dan juga seringnya beliau mengikuti penataran-penataran yang diadakan. Sedangkan untuk media-media yang canggih seperti OHP beliau kurang mengetahui dan menguasai dikarenakan terbatasnya media yang tersedia. (w.GC).
b) Tujuan Pembelajaran
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi bahwa guru A dalam menggunakan media sangat memperhatikan tujuan materi yang akan disampaikan seperti materi thaharah tujuan kepada siswa diharapkan dapat mengetahui dan memahami tentang thaharah dengan media gambar dan juga materi sholat berjamaah yang diharpkan siswa mampu melakukan gerakan-gerakan sholat berjamaah setelah pembelajaran dengan media gambar dan media lingkungan (mushalla) (w.GA).
Sedangkan untuk guru B dalam menyampaikan materi menghafal ayat Al-qur’an tujuan kepada siswa diharapkan hafal dengan ayat-ayat tersebut dengan media buku pelajaran dan materi sholat yang diharapkan siswa mampu melakukan gerakan-gerakan sholat setelah pembelajaran dengan media gambar (w.GB).
Sedangkan dari guru C dalam menyampaikan materi wudhu dan sholat tujuan kepada siswa diharapkan mampu melakukan gerakan-gerakan wudhu dan sholat setelah pembelajaran dengan media gambar dan media lingkungan (tempat wudhu dan mushalla) dan materi penyelenggaraan jenazah tujuan kepada siswa diharapkan mengetahuai dan dapat melakukan cara-cara mulai dari memandikan, mengafani, mensholatkan dan juga menguburkan dengan media boneka (w.GC).
Berdasarkan hasil tersebut bahwa penggunaan media oleh guru memang sangat dipengaruhi oleh tujuan pembelajaran yang ingin dicapai karena tujuan pembelajaran merupakan salah satu komponen dalam penggunaan media. Dilihat dari hasil wawancara tersebut bahwa 3 orang guru PAI pernah menggunakan media gerak/praktik dengan menggunakan media lingkungan (mushalla, gambar, tempat wudhu).
TABEL 10
PERNAH TIDAKNYA GURU MENGGUNAKAN MEDIA GERAK/PRAKTIK DALAM PEMBELAJARAN PAI
No Kategori Frekuensi (F) Persentasi(%)
1. Pernah 37 62
2. Kadang-kadang 8 13
3. Tidak pernah 15 25
Jumlah 60 100

Berdasarkan tabel di atas bahwa yang mengatakan guru PAI pernah menggunakan media gerak praktik ada 37 orang (62 %) termasuk kategori besar ini berarti guru pernah menggunakan media ini dalam pembelajaran PAI seperti praktik sholat, dan yang mengatakan kadang-kadang 8 orang (13 %) termasuk kategori kecil, sedangkan yang mengatakan tidak pernah ada 15 orang (25 %) termasuk kategori sedang.
c) Ketersediaan media pembelajaran
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi bahwa tersedianya kelengkapan media sudah tersedia di sekolah ini seperti Al-qur’an, perangkat sholat, mushalla, tempat wudhu, gambar dan model boneka yang mendukung terhadap penggunaan media pembelajarn dan tujuan yang diharapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Sedangkan untuk media OHP belum ada tersedia di sekolah ini dan media yang ada disekolah ini kurang mencukupi ini dapat dilihat dari jawaban angket siswa pernah tidaknya media yang tersedia mencukupi.
TABEL 11
PERNAH TIDAKNYA MEDIA YANG TERSEDIA MENCUKUPI DALAM PEMBELAJARAN PAI
No Kategori Frekuensi (F) Persentasi(%)
1. Pernah 30 50
2. Kadang-kadang 20 33
3. Tidak pernah 10 17
Jumlah 60 100

Berdasarkan tabel di atas bahwa yang mengatakan media yang tersedia mencukupi dalam pembelajaran PAI ada 30 orang (50 %) termasuk kategori besar, dan yang mengatakan kadang-kadang 20 orang (33 %) termasuk kategori sedang. Sedangkan yang mengatakan tidak pernah ada 10 orang (17 %) termasuk ketegori kecil.
d) Waktu yang tersedia
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi bahwa untuk waktu yang tersedia untuk pembelajaran kalau media dipakai di luar maka bisa saja digunakan tetapi untuk jam pelajaran waktunya tidak mencukupi dan juga tergantung teknik metode yang dipakai oleh guru.
Dalam menggunakan media seperti gambar, buku pelajaran, caption, model boneka dapat saja digunakan pada jam pelajaran sedangkan untuk media lingkungan seperti mushalla, tempat wudhu untuk praktik sholat dan wudhu bisa digunakan di luar jam pelajaran dikarenakan keterbatasan waktu yang tersedia.
Dari hasil wawancara itu bahwa waktu yang tersedia untuk penggunaan media dalam pembelajaran waktunya tidak cukup sedangkan media yang dipakai di luar jam pembelajaran bisa digunakan dengan cara serempak dengan mengumpulkan siswa dan menyajikan meteri sholat dan melalui praktik.
e) Metode yang digunakan
Berdasarikan hasil wawancara dengan guru bahwa beliau sering menggunakan metode seperti ceramah, demonstrasi, Tanya jawab, diskusi dan juga pemberian tugas. (w.GA).
Sedangkan guru PAI yang lain sering menggunakan metode ceramah Tanya jawab, diskusi, dan pemberian tugas (w.GB). sedangkan guru PAI C juga sering menggunakan media ceramah, diskusi, praktik dan juga pemberian tugas (w.GC).
Berdasarkan hasil tersebut 3 orang guru PAI sangat memperhatikan dan memvariasikan dalam penggunaan metode dengan media dan juga materi yang akan disampaikan supaya tercapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
Berdasarkan hasil wawancara tersebut, bahwa 3 orang guru PAI tersebut ini pernah menggunakan metode diskusi, dalam pembelajaran PAI hal ini dapat dilihat pada jawaban angket bahwa metode diskusi pernah digunakan oleh guru PAI berikut ini.
TABEL 12
PERNAH TIDAKNYA GURU MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA JAM PELAJARAN
No Kategori Frekuensi (F) Persentasi(%)
1. Pernah 35 58
2. Kadang-kadang 15 25
3. Tidak pernah 10 17
Jumlah 60 100

Berdasarkan tabel di atas bahwa yang mengatakan guru pernah menggunakan metode diskusi ada 35 orang (58 %) termasuk katergori besar ini berarti guru pernah menggunakan metode ini dalam pembelajaran PAI. Dan yang mengatakan kadang-kadang 15 orang (25 %) termasuk kategori sedang, sedangkan yang mengatakan tidak pernah 10 orang (17 %) termasuk ketegori kecil.
f) Kondisi siswa
Berdasarkan hasil wawancara bahwa kondisi siswa juga sangat mempengaruhi terhadap penggunaan media, seperti jumlah siswa di mana jumlah siswa yang sedikit bisa dengan leluasa memberikan pelajaran dan siswa akan lebih mengerti dan memahaminya dibandingkan dengan jumlah siswa yang banyak. Dengan adanya media ini juga diharapkan tidak terlepas agar siswa dapat tergugah dan meningkat motivasi dan agar tidak menjadikan monoton dalam pembelajaran.
Dalam penggunaan media guru PAI menyesuaikan dengan kondisi siswa (jumlah siswa) hal ini dapat dilihat bagaimana tanggapan siswa terhadap penggunaan media pemebelajaran PAI oleh jawaban angket siswa pada tabel berikut:
Tabel 13
SENANG TIDAKNYA SISWA MENDAPATKAN PEMBELAJARAN PAI DI KELAS
No Kategori Frekuensi (F) Persentasi(%)
1. Senang 50 83 %
2. Kadang-kadang 10 17
3. Tidak pernah 0 0
Jumlah 60 100

Berdasarkan tabel di atas bahwa yang senang terhadap pembelajaran PAI ada 50 orang (83 %) termasuk kategori besar sekali, ini merupakan tanggapan yang baik terhadap pembelajaran PAI, sedangkan yang mengatakan kadang-kadang ada 10 orang (17 %) termasuk kategori kecil, dan yang mengatakan tidak pernah tidak ada. Hal ini menandakan bahwa siswa masih berharap dari pada pembelajaran PAI ini semakin maju apalagi dengan adanya media pembelajaran.
Dan juga berdasarkan dari itu bagaimana hasil dari proses pembelajaran yang diinginkan dengan menggunakan media guru PAI menyesuaikan dengan kondisi siswa (jumlah siswa). Hal ini dapat dilihat pada jawaban angket mengenai pernah tidaknya guru menyesuaikan kondisi siswa (jumlah siswa) dalam menggunakan media berikut ini:
Tabel 14
PERNAH ATAU TIDAKNYA GURU MENYESUAIKAN KONDISI SISWA DALAM MENGGUNAKAN MEDIA

No Kategori Frekuensi (F) Persentasi(%)
1. Pernah 33 55
2. Kadang-kadang 16 27
3. Tidak pernah 11 18
Jumlah 60 100

Berdasarkan tabel di atas yang mengatakan pernah menyesuaikan kondisi siswa dalam menggunakan media ada 33 orang (55%) termasuk kategori besar, sedangkan yang mengatakan kadang-kadang 16 orang (27 %) termasuk kategori sedang, sedangkan yang mengatakan tidak pernah 11 orang (18 %) termasuk kategori kecil.

C. Analisa Data

Setelah data diperoleh melalui observasi, wawancara, angket dan dokumenter, kemudian data disajikan dalam bentuk tabel-tabel dan uraian-uraian maka tahap selanjutnya adalah menganalisis data –data tersebut yang pada akhirnya memberikan gambaran terhadap apa yang diinginkan dalam penelitian ini.
Untuk lebih jelasnya tentang analisis data ini, maka penulis kemukakan hasil analisis berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan.
1. Penggunaan media dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN I Binuang
a) Intensitas penggunaan media dalam pembelajaran
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi serta angket, data tersebut dianalisis bahwa intensitas penggunaan media dalam pembelajaran ini cukup baik. Karena sebuah media digunakan sangat tergantung sekali dengan tujuan, materi dan juga ketersediaan media, dan tidak semua materi menggunakan media, hal ini pula yang menjadi tidak seringnya media digunakan dalam pembelajaran, tetapi hanya kadang-kadang saja digunakan. Dengan demikian dalam menggunakan media melihat dari pada kesesuaian materi yang akan diajarkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai siswa dan dapat membangkitkan minat siswa dan juga untuk penggunaan media ini tergantung dari tersedianya media yang akan digunakan dalam pembelajaran.

b) Kemampuan menggunakan media
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi bahwa masalah kemampuan guru-guru PAI dalam menggunakan media terlihat kurang, hal ini dikarenakan kurangnya kemampuan yang dimiliki atau tidak mengetahui tentang penggunaan media maka sebuah media tidak berdaya guan jika tidak digunakan sebagaimana mestinya. Modal kemampuan merupakan kunci sukses seorang guru dalam penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran dan juga dalam perencanaan pengajaran. Faktor kemampuan adalah sesuatu yang perlu dimiliki dan juga dikarenakan keterbatasan media yang tesedia juga ruang dan waktu menggunakannya.
c) Materi-materi yang menggunakan media
Dari hasil yang diperoleh bahwa hanya pada materi-materi tertentu saja yang menggunakan media. Ini dari guru untuk pemilihan materi dengan menggunakan media sangat diperhatikan oleh guru dan juga sesuai atau tidaknya dengan media akan berdampak pada hasil pembelajaran. (lihat pada tabel 7)
Dari tabel tersebut bahwa terlihat materi-materi yang disajikan memang sudah sesuai dengan media yang digunakan dan berdasarkan kriteria penilaian yang dilakukan oleh guru, dan media yang digunakan sepereti media grafik atau visual (gambar), media tiga dimensi (model boneka), media lingkungan (mushalla, tempat wudhu), media cetak (buku pelajaran).
d) Bentuk-bentuk media yang digunakan
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi bahwa untuk bentuk atau jenis media yang digunakan oleh guru sudah cukup baik. Ini terlihat dari bervariasinya media yang digunakan oleh guru seperti media grafis jenisnya gambar yang digunakan pada materi thaharah, media tiga dimensi (model boneka) yang digunakan pada materi penyelenggaraan jenazah, lingkungan (mushalla, tempat wudhu) yang digunakan pada materi sholat dan materi wudhu, dan media cetak (buku tulis) yang digunakan pada materi hafalan ayat-ayat Al-qur’an karena dalam pembelajaran terjadi suatu komuniaksi interaksi Edukatif diperluakan suatu metode mengajar yang tepat, juga dibutuhkannya suatu media dengan adanya media tersebut diharapkan akan memudahkan bagi siswa dalam menerima pesan tersebut, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan media dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN I Binuang
a) Latar belakang Pendidikan guru
Dari penyajian data dapat dianalisis bahwa latar belakang pendidikan guru sangat mendukung sekali terhadap proses pembelajaran dan juga pengalaman belajar yang cukup lama sangat mendukung sekali, dan juga pernah menempuh pendidikan khususnya ketarbiyahan dan memiliki dasar-dasar dalam mengajar juga penah waktu kuliah dulu diajarkan mengenai penggunaan media sedangkan kalau dilihat dari pengetahuan tentang media yang canggih seperti OHP kurang begitu mengetahui dan menguasai dan juga dikarenakan keterbatasan media yang tersedia. Dengan demikian latar belakang merupakan awal bagi serang guru untuk menggali atau demi pendidikan, dari latar belakang ini guru memiliki pengakuan yang berbeda-bada. Perbedaan dari latar belakang ini dilatrar belakangi oleh jenis dan penjenjangan dalam pendidikan. Perbedaan latar belakang pendidikan akan mempengaruhi kegiatan guru dalam melaksanakan kegiatan interaksi belajar mengajar.
b) Tujuan Pembelajaran
Dari hasil penyajian data dapat dianalisis bahwa 3 orang guru PAI sangat memperhatikan apa yang ingin dicapai daripada tujuan pembelajaran menggunakan media, sehingga pembelajaran terlaksana dengan baik. Hal ini merupakan hal yang mendukung bagi penggunaan media dan tujuan pembelajaran merupakan kunci yang ingin dicapai dari penggunaan media. Karena media ditetapkan berdasarkan pertimbangan tujaun pengajaran yang dicapai dan penggunaan media itu ingin menghasilkan dari pada tujuan pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut bahwa penggunaan media oleh guru memang sangat dipengaruhi oleh tujuan yang ingin dicapai karena tujuan pembelajaran merupakan salah satu komponen dalam penggunaan media.


c) Ketersediaan media pembelajaran
Dari hasil penyajian data dapat diperoleh analisis bahwa dari pihak sekolah oleh guru sudah menyediakan dan mendukung terhadap pembelajaran PAI dengan menggunakan media seperti adanya media grafis, gambar, Al-Qur’an, buku pelajaran, media tiga dimensi (model boneka) dan media lingkungan (tempat wudhu dan mushalla). Sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.
Sedangkan untuk media OHP belum ada tersedia di sekolah ini dan media yang ada di sekolah ini kurang mencukupi karena ketersediaan media pembelajaram merupakan faktor yang memperngaruhi dalam media, karena tanpa adanya ketersediaan media, penyajian media kurang optimal, dan menjadikan proses belajar mengajar terhambat dan tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan.
d) Waktu yang tersedia
Sebelum melaksanakan proses pembelajaran, guru udah terlebih dahului mempertimbangkan media apa yang perlu dipergunakan dan berapa banyak waktu yang telah tersedia jika mempergunakan media, sehingga proses pembelajaran tidak terhambat. Dan pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi bahwa waktu yang tersedia mempengaruhi penggunaan media pengajaran pada pengajaran Pendidikan Agama Islam.
Karena waktu menjadikan sebuah media itu efisien atau tidak di dalam pembelajaran digunakan. Waktu ini yang membatasi setiap runag dan gerak dari proses interaksi belajar mengajar proses ini akan berakhir sesuai waktu yang telah dijadwalkan setiap bidang studi.
Masalah waktu memang menjadi perhatian dalam pengajaran karena tanpa waktu yang ada mustahil sebuah media digunakan dalam waktu yang memadai. Waktu merupakah hal yang sangat perlu dipertimbangkan dalam penggunaan media sehingga alokasi waktu yang tesedia tercukupi dalam menggunakannya.
e) Metode yang digunakan
Sebelum melaksanakan proses pembelajaran guru sudah terlebih dahulu menentukan metode apa yang perlu dipergunakan agar tercapai tujuan pembelajaran yang diinginkan sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Guru juga sangat memperhatikan dan memvariasikan dalam penggunaan metode dengan media dan juga materi yang akan disampaikan supaya tercapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
Bervariasinya metode juga harus disesuaikan dengan media yang digunakan karena antara media pengajaran mempunyai hubungan kesesuaian dengan metode yang digunakan. Karena dalam suatu proses pembelajaran ada dua unsur yang penting adalah metode mengajar dan media pengajaran, karena kedua aspek ini saling berkaitan. Kesalahan dalam menggunakan metode akan menjadikan penggunaan media menjadi tidak berarti dan menggagalkan proses penerimaan atau pemahaman anak didik.
f) Kondisi siswa
Dari hasil penyajian data dapat diperoleh analisis bahwa guru sangat memperhatikan pada kondisi siswa yaitu jumlah siswa di mana jumlah siswa yang sedikit bisa dengan leluasa memberikan pelajaran dan siswa akan lebih mengerti dan memahaminya dibandingkan dengan jumlah siswa yang banyak. Dengan adanya media ini juga diharapkan tidak terlepas agar siswa dapat tergugah dan termotivasinya serta membangkitkan minat siswa terhadap pembalajaran PAI untuk lebih bersemangat dalam belajar dan tentunya memberikan tingkat pemahaman kepada siswa dengan menggunakan media. Sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
Karena kondisi siswa juga sangat mempengaruhi terhadap penggunaan media dan merupakan faktor bagi guru dalam penggunaan media dan umumnya dalam pembelajaran karena dalam interaksi pembelajaran siswa juga terlibat di dalamnya. Pengajaran itu akan berhasil bila materi pelajaran dapat diterima dan dimengerti oleh siswa.

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dari hasil yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1) Penggunaan media dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN I Binuang yaitu buku pelajaran, gambar, model, media lingkungan terlaksana dengan baik walaupun masih ada media pengajaran yang belum difungsikan sebagaimana mestinya seperti OHP dikarenakan terbatasnya media yang tersedia di sekolah tersebut. Dalam pembelajaran PAI hanya materi-materi tertentu saja yang menggunakan media dan juga dikarenakan keterbatasan media yang tersedia sehingga penggunaannya belum maksimal.
2) Terlaksananya penggunaan media pengajaran tersebut ditunjang oleh beberapa faktor sebagai berikut:
a. Latar belakang Pendidikan guru yang sesuai dengan bidang studi yang dipegangnya sehingga dalam penggunaan media sudah terlaksana dengan baik dan tidak mengalami kesulitan.
b. Tujuan pembelajaran yang disesuaikan dengan aspek-aspek yang ingin dicapai
c. Adanya penggunaan metode yang bervariasi
d. Kondisi siswa yang cukup mendukung untuk digunakan media pembelajaran
e. Ketersediaan media yang cukup tersedia dan siap untuk di pakai
3) Faktor-faktor yang kurang mendukung penggunaan media di SMPN I Binuang
a. Kemampuan guru dalam menggunakan media masih kurang mendukung hal ini karena masih kurangnya pengetahuan yang mendukung dalam penggunaan media khususnya media yang canggih seperti OHP dan sejenisnya dikarenakan keterbatasan media yang tersedia.
b. Alokasi waktu yang tersedia kurang mencukupi sehingga menggunakan waktu lain di luar jam pelajaran
c. Ketersediaaan kelengkapan media yang kurang terutama media elektronik (proyeksi).
Ketiga faktor tersebut yang menyebabkan penggunaan media kurang optimal dan juga terbatasnya media yang tersedia.
B. Saran-saran
Berdasarkan kesimpulan di atas penulis mencoba memberikan saran-saran sebagai berikut:
1) Kepada guru Pendidikan Agama Islam terus memperdalam ilmu khususnya tentang penggunaan media pengajaran, baik memperbanyak membaca buku maupun mengikuti seminar-seminar.
2) Kepada pihak sekolah dan pemerintah perlu kiranya lebih melengkapi segala sarana dan fasilitasnya khususnya media pengajaran yang mendukung pembelajaran supaya lebih efektif.
3) Segala komponen interaksi belajar sangat diperlukan sekali dalam menunjang proses belajar sehingga pembelajaran menjadi efektif.
4) Kepada guru Pendidikan Agama Islam hendaknya lebih menyadari akan pentingnya menggunakan media pemngajaran pada pengajaran Pendidikan Agama Islam sehingga dapat mengefektifkan waktu dan mempertinggi kualitas pengajaran.



BAB V

PENUTUP


A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dari hasil yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
4) Penggunaan media dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN I Binuang:
a. Sering tidaknya guru menggunakan media seperti yaitu buku pelajaran, gambar, model, media lingkungan sudah terlaksana dengan baik. Walaupun masih ada media pengajaran yang belum difungsikan sebagaimana mestinya seperti OHP dikarenakan terbatasnya media yang tersedia.
b. Kemampuan guru dalam menggunakan media terlihat kurang, terutama kemampuan dalam menggunakan media elektronik dikarenakan kurangnya pengalaman dan terbatasnya media yang tersedia.
c. Materi-materi yang menggunakan media hanya pada materi-materi tertentu saja, guru sangat memperhatikan dalam pemilihan media. Sesuai atau tidaknya media dalam pembelajaran akan berdampak pada hasil pembelajaran dan juga dikarenakan keterbatasan media yang tersedia sehingga penggunaannya belum maksimal.
d. Bentuk-bentuk media yang digunakan adalah media gambar, mushalla, buku pelajaran, dan boneka. Dan dalam pembelajaran sudah terlaksana dengan baik dikarenakan bervariasinya media yang digunakan oleh guru.
5) Terlaksananya penggunaan media pengajaran tersebut ditunjang oleh beberapa faktor sebagai berikut:
a. Latar belakang Pendidikan guru yang sesuai dengan bidang studi yang dipegangnya sehingga dalam penggunaan media sudah terlaksana dengan baik dan tidak mengalami kesulitan.
b. Tujuan pembelajaran yang disesuaikan dengan aspek-aspek yang ingin dicapai dan sudah terlaksana dengan baik.
c. Adanya penggunaan metode yang bervariasi sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
d. Kondisi siswa yang cukup mendukung untuk digunakan media pembelajaran sehingga pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.
e. Ketersediaan media yang cukup tersedia dan siap untuk di pakai sehingga dalam penggunaan media terlaksana dengan baik.
6) Faktor-faktor yang kurang mendukung penggunaan media di SMPN I Binuang
d. Kemampuan guru dalam menggunakan media masih kurang mendukung hal ini karena masih kurangnya pengetahuan yang mendukung dalam penggunaan media khususnya media yang canggih seperti OHP dan sejenisnya dikarenakan keterbatasan media yang tersedia.
e. Alokasi waktu yang tersedia kurang mencukupi sehingga menggunakan waktu lain di luar jam pelajaran dan dalam penggunaan media belum maksimal terlaksana.
f. Ketersediaaan kelengkapan media yang kurang terutama media elektronik (proyeksi) sehingga dalam pelaksanaannya masih belum maksimal.
Ketiga faktor tersebut yang menyebabkan penggunaan media kurang optimal dan juga terbatasnya media yang tersedia.
B. Saran-saran

Berdasarkan kesimpulan di atas penulis mencoba memberikan saran-saran sebagai berikut:
5) Kepada guru Pendidikan Agama Islam terus memperdalam ilmu khususnya tentang penggunaan media pengajaran, baik memperbanyak membaca buku maupun mengikuti seminar-seminar.
6) Kepada pihak sekolah dan pemerintah perlu kiranya lebih melengkapi segala sarana dan fasilitasnya khususnya media pengajaran yang mendukung pembelajaran supaya lebih efektif.
7) Segala komponen interaksi belajar sangat diperlukan sekali dalam menunjang proses belajar sehingga pembelajaran menjadi efektif.
8) Kepada guru Pendidikan Agama Islam hendaknya lebih menyadari akan pentingnya menggunakan media pemngajaran pada pengajaran Pendidikan Agama Islam sehingga dapat mengefektifkan waktu dan mempertinggi kualitas pengajaran.

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Rusmilawati
NIM : 0201215221
Jurusan. : Pendidikan Agama Islam
Fakultas : Tarbiyah
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya tulis saya sendiri, bukan merupakan pengambil alihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai tulisan atau pikiran saya sendiri. Jika dikemudian hari terbukti merupakan duplikat, tiruan, plagiat atau dibuat oleh orang lain secara keseluruhan atau sebagian besar, maka skripsi dan gelar yang diperoleh karenanya batal demi hukum.


Banjarmasin, 09 Juli 2007
Yang membuat pernyataan,


Rusmilawati






PERSETUJUAN

Skripsi yang berjudul : PENGGUNAAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 BINUANG KABUPATEN TAPIN
Ditulis Oleh :
NIM :
Jurusan/Prodi. : Pendidikan Agama Islam/S.1
Fakultas : Tarbiyah
Setelah diteliti dan diadakan perbaikan seperlunya, kami dapat menyetujuinya untuk dipertahankan di depan sidang Tim Penguji Skripsi Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin.



Banjarmasin, 09 Juli 2007


Pembimbing I



Drs. M. Ramli M.Pd
NIP. 150 251 057 Pembimbing II,



Dra. Suraijiah, M.Pd
NIP. 150 266 283



Mengetahui;
Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah
IAIN Antasari Banjarmasin



Drs. H. Alfian Khairani
NIP. 150 224 367

PENGESAHAN


Skripsi ini telah dimunaqasyahkan dalam Sidang Tim Penguji Skripsi Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin pada:
Hari : Senin
Tanggal : 23 Januari 2006

dan dinyatakan diterima dengan predikat : B (Baik)




DEKAN FAKULTAS TARBIYAH
IAIN ANTASARI BANJARMASIN,




Drs. H. Syaifuddin Sabda, M.Ag
NIP. 150 224 369

TIM PENGUJI

Nama / Jabatan : Tanda Tangan :

1. Drs. H. Syaifuddin Sabda, M.Ag 1. ..............................
Ketua / Anggota
2. Drs. Muhammad As Said 2. ..............................
Anggota
3. Dra. Hj. Mudhi’ah, M.Ag 3. ..............................
Anggota
4. Drs. Syaifullah, M.Ag 4. ..............................
Anggota

PENDIDIKAN AGAMA BAGI ANAK DI KALANGAN KELUARGA PENAMBANG BATU BARA MANUAL DESA KINTAP
KABUPATEN TANAH LAUT

Abstrak
Pokok permasalahan yang menjadi pembahasan dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana pelaksanaan pendidikan agama Islam di kalangan keluarga penambang batu bara manual Desa Kintap Kabupaten Tanah Laut terhadap anaknya yang meliputi pendidikan shalat, pendidikan puasa, membaca Al-Qur'an, dan akhlak yang mulia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Tujuan dari penelitian ini adalah penelitian untuk mengetahui gambaran yang jelas tentang bagaimana upaya orangtua sebagai penambang batu bara manual di Desa Kintap Kabupaten Tanah Laut terhadap pendidikan anak dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Subjek dalam penelitian ini adalah penambang batu bara manual di Desa Kintap Kabupaten Tanah Laut yang mempunyai anak usia 6 – 12 yang berjumlah 50 KK. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah upaya orangtua tersebut terhadap pendidikan keagamaan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data yaitu angket, observasi, wawancara, dan dokumenter, selanjutnya diolah dengan teknik-teknik yaitu editing, koding, tabulating, menghitung frekuensi, dan interpretasi data. Untuk menganalisis digunakan analisis deskriptif kualitatif dengan teknik induktif dalam menarik kesimpulan.
Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa upaya pendidikan agama anak oleh orangtua penambang batu bara manual Desa Kintap Kabupaten Tanah Laut, sudah terlaksana dengan cukup baik, terlaksananya pendidikan agama anak ini di sebabkan faktor-faktor, kesadaran orangtua untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban dalam agama Islam dan memberikan pendidikan agama pada anak-anaknya. Serta lingkungan sosial yang cukup mendukung, sedangkan faktor yang dianggap kurang mendukung adalah latar belakang keagamaan orangtua yang masih kurang, faktor ekonomi yang lemah dan waktu berkumpul dengan keluarga sangat sedikit.


Riwayat Hidup Penulis


1. Nama lengkap : Rusmilawati
2.Tempat/ Tgl Lahir : Binuang, 22 September 1984
3. agama : Islam
4. Kebangsaan : Indonesia
5. Status Perkawinan : kawin
6. Alamat : Jl. Manunggal II Gang II RT.40 Bina Brata Banjarmasin
7. Pendidikan : a. SDN Binuang 8 Tahun 1996
b. MTsN Binuang Tahun 1999
c. MAN 2 Rantau Tahun 2002
d. IAIN Antasari Banjarmasin Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam Program S-1 Angkatan 2002

8. Orangtua
Ayah
a. Nama : Rahmadi
b. Pekerjaan : PNS
c. Alamat : Jl. Raya Barat Pantai Atas RT 02 No.694 Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin
Ibu
a. Nama : Rusmani
b. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
c. Alamat : Jl. Raya Barat Pantai atas RT 02 No.694 Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin
9. Saudara (Jumlah Saudara) 2 orang.
10. Suami
a. Nama : M. Syahrani
b. Pekerjaan : Swasta
c. Alamat : Jl. Raya Barat Pantai atas RT 02 No.694 Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin
11. Anak : Norkhalisyah Rusma Khairida


Banjarmasin, 09 Juli 2007

Penulis

KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas berkat, rahmat, taufiq, hidayah dan bimbingan-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, penghulu umat, Nabi Muhammad Saw yang telah menunjukkan kepada kita jalan keselamatan di dunia dan akhirat, serta shalawat dan salam atas keluarga beliau, sahabat-sahabat beliau serta mereka mengikuti beliau hingga akhir zaman.
Skiripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian dari tugas-tugas dan syarat-syarat guna mencapai gelar sarjana pada Fakultas tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin, yang berjudul: “PENGGUNAAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 BINUANG KABUPATEN TAPIN’’.
Dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan skripsi ini penulis menyadari sepenuhnya bahwa banyak sekali bantuan yang telah diberikan oleh berbagai pihak, baik berupa bimbingan, petunjuk, motivasi, dan saran-saran yang berharga.
Sehubungan dengan itu, maka dengan segala kerendahan hati penulis ucapkan dan sampaikan rasa terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dimaksud. Khususnya, penulis ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :
1. Bapak Drs. H. Syaifuddin Sabda, M.Ag, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin yang berkenan menerima dan menyutujui judul skripsi ini.
2. Drs. H. Alfian Khairani, Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin yang memberikan arahan penulisan skripsi yang sesuai dengan kepentingan pengembangan Jurusan Pendidikan Agama Islam di Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin.
3. Bapak Drs. M.Ramli, M.Pd , selaku Pembimbing I dan Ibu Dra. Suraijiah, M.Pd, sebagai Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, arahan dan petunjuk serta koreksi dalam penyusunan skripsi ini.
4. Para dosen dan asisten dosen serta karyawan dan karyawati Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin yang telah banyak memberikan Ilmu dan layanan yang baik selama penulis mengikuti perkuliahan.
5. Kepala Perpustakaan IAIN Antasari Banjarmasin, Kepala Perpustakaan Fakultas Tarbiyah, Kepala Perpustakaan Nasional Kalimantan Selatan beserta seluruh staf karyawan dan karyawati yang telah memberikan pelayanan dalam peminjaman literatur skripsi ini.
6. Bapak Drs. Asy’ari kepala SMPN 1 Binuang Kabupaten Tapin, yang telah banyak memberikan bantuan serta informasi yang sangat berguna dalam penyelesaian skiripsi ini.
7. Seluruh guru, khususnya guru mata pelajaran PAI, Kepala Tata Usaha dan staf siswa SMPN 1 Binuang yang telah banyak memberikan bantuan berupa informasi dan keterangan-keterangan yang sangat berharga dalam penyelesaian skripsi ini.
8. Seluruh kawan-kawan atas segala bantuan yang sangat berharga dalam rangka penyelesaian skripsi ini.
9. Semua pihak yang turut membantu memberikan dorongan dan motivasi kepada penulis sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.
10. Kedua orang tua dan keluarga yang telah memberikan bantuan moril dan materiil yang begitu besar dalam penulisan skripsi ini.
Semoga Allah Swt melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada mereka semua dan mencatat bagi mereka kebaikan pahala yang berlipat ganda disisi-Nya.
Akhirnya, dengan mengharap ridha dan karunia-Nya semoga tulisan ini bermanfaat dan tercatat sebagai amal ibadah disisi-Nya.


Banjarmasin, C. Jumadil Akhir 1428 H
10 Juli 2007 M



Penulis

DAFTAR ISI


Halaman
HALAMAN COVER
HALAMAN JUDUL
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN i
TANDA PERSETUJUAN ii
PENGESAHAN iii
ABSTRAK iv
RIWAYAT HIDUP PENULIS v
KATA PENGANTAR vi
DAFTAR ISI viii
DAFTAR TABEL x
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Penegasan Judul 6
C. Perumusan Masalah 7
D. Alasan Memilih Judul 8
E. Tujuan Penelitian 9
F. Signifikansi Penelitian 9
G. Sistematika Penulisan 10

BAB II TINJAUAN TEORITIS TENTANG PENGGUNAAN MEDIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
A. Pengertian Media pembelajaran 11
B. Nilai dan Manfaat Media pembelajaran 16
C. Jenis dan Karakteristik Media Pembelajaran 20
1. Jenis Media Pembelajaran 20
2. Karakteristik Media Pembelajaran 25
D. Teknik Pemanfaatan Media Pembelajaran 36
E. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran 40
F. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penggunaan media dalam pembelajaran 44
BAB III METODE PENELITIAN
A. Subjek dan Objek Penelitian 49
B. Data, Sumber data dan teknik Pengumpulan Data 49
C. Teknik Pengolahan Data 53
D. Analisis Data 54
E. Prosedur Penelitian 54
BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Lokasi penelitian 56
B. Penyajian Data 63
C. Analisa Data 78
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan 83
B. Saran-saran 84

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN


DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
1. KEADAAN DEWAN GURU DI SMPN 1 BINUANG TAHUN AJARAN 2006/2007 58
2. KEADAAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 BINUANG TAHUN AJARAN 2006/2007 60
3. KEADAAN STAF TATA USAHA DI SMPN 1 BINUANG TAHUN AJARAN 2006/2007 61
4. KEADAAN SISWA SMPN 1 BINUANG TAHUN AJARAN 2006/2007 61
5. KEADAAN SARANA DAN PRASARANA DI SMPN 1 BINUANG TAHUN AJARAN 2006/2007 62
6. SERING TIDAKNYA GURU MENGGUNAKAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN 65
7. MATERI-MATERI PAI YANG MENGGUNAKAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN 66
8. PERNAH TIDAKNYA GURU MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DALAM PEMBELAJARAN PAI 68
9. PERNAH TIDAKNYA GURU MENGGUNAKAN MEDIA MODEL BONEKA DALAM PEMBELAJARAN PAI 69
10. PERNAH TIDAKNYA GURU MENGGUNAKAN MEDIA GERAK/PRAKTIK DALAM PEMBELAJARAN PAI 72
11. PERNAH TIDAKNYA MEDIA YANG TERSEDIA MENCUKUPI DALAM PEMBELAJARAN PAI 73
12. PERNAH TIDAKNYA GURU MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA JAM PELAJARAN 75
13. SENANG TIDAKNYA SISWA MENDAPATKAN PEMBELAJARAN PAI DI KELAS 76
14. PERNAH ATAU TIDAKNYA GURU MENYESUAIKAN KONDISI SISWA DALAM MENGGUNAKAN MEDIA 77

PENGGUNAAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 BINUANG KABUPATEN TAPIN











Oleh





















INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
BANJARMASIN
2007 M/1428 H

PENGGUNAAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 BINUANG KABUPATEN TAPIN







SKRIPSI :
Diajukan Untuk memenuhi Sebagian dari
Tugas-Tugas dan Syarat-syarat Guna
Mencapai Gelar Sarjana
Pendidikan Islam











Oleh

NIM .










INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
BANJARMASIN
2007 428 H
2008








3 komentar:

Unknown mengatakan...

Terima kasih atas ilmunyavyg telah sudi berbagi...

Unknown mengatakan...

makasih

okaljack mengatakan...

The casino, in the city and on its way back to life.
The casino, 아산 출장마사지 in the city and on its way back 서산 출장마사지 to life. 익산 출장샵 We would 여수 출장샵 like to hear that this casino should not 청주 출장안마 be allowed into your homes for

Posting Komentar